Gaya Hidup Internasional Jatim Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Opini Pacitan Ponorogo

Wali Murid Keluhkan Pentol MBG Berlendir, Pemkab Magetan Tegur SPPG

Aprilita Sari • 2026-03-14 02:22:10

TIDAK LAYAK MAKAN: Menu MBG di Magetan dikeluhkan basi oleh wali murid TK Aisyiyah 10 Sukomoro. Pemkab memberi peringatan kepada penyedia makanan.
TIDAK LAYAK MAKAN: Menu MBG di Magetan dikeluhkan basi oleh wali murid TK Aisyiyah 10 Sukomoro. Pemkab memberi peringatan kepada penyedia makanan.

MAGETAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Magetan mendapat keluhan dari wali murid.

Sejumlah orang tua siswa TK Aisyiyah 10 Sukomoro, Desa Kedungguwo, Kecamatan Sukomoro, mengeluhkan makanan yang dibagikan kepada anak-anak pada Jumat (13/3) dalam kondisi basi.

Keluhan tersebut ramai diperbincangkan melalui grup percakapan wali murid.

Beberapa orang tua menyebut menu bakso atau pentol yang diterima anak-anak diduga sudah tidak layak konsumsi.

’’Mohon maaf, pentol MBG hari ini basi dan berlendir,’’ tulis salah satu wali murid dalam percakapan tersebut.

Keluhan serupa juga disampaikan orang tua lainnya.

Mereka mengaku menemukan kondisi makanan yang sama pada menu yang dibawa pulang anak-anak.

Para wali murid kemudian menyarankan agar makanan tersebut dilaporkan kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar kejadian serupa tidak terulang.

Menu MBG tersebut diketahui berasal dari SPPG Tambakmas.

Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro membenarkan adanya kejadian tersebut setelah dilakukan penelusuran oleh koordinator program MBG di Magetan.

’’Betul, dari hasil penelusuran memang terjadi di SPPG tersebut. Penyebabnya karena kelalaian saat proses pengemasan sehingga bakso atau pentol menjadi basi,’’ ujarnya.

Pemkab Magetan telah memberikan peringatan kepada pihak SPPG Tambakmas.

Jika kejadian serupa kembali terjadi, sanksi tegas hingga penghentian operasional dapat diberikan.

’’Kami minta quality control lebih teliti. Jangan sampai ada kelalaian seperti ini,’’ tegasnya.

Dia juga mengimbau masyarakat melaporkan kejadian serupa melalui jalur resmi seperti pemerintah desa, kecamatan, atau puskesmas agar dapat segera ditindaklanjuti.

Selain itu, masyarakat diminta berhati-hati dalam menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

’’Seperti ini jangan sampai terjadi. Masyarakat harus memahami bahwa jika informasi tidak sesuai fakta bisa saja termasuk hoaks dan ada konsekuensi pidananya,’’ tandasnya. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Makan Bergizi Gratis #magetan #menu mbg basi #program makan gratis sekolah #MBG Magetan