MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bakal adanya bantuan bagi para pelaku pariwisata dari pemerintah tentu menjadi angin segar. Meski begitu, belum semua daerah mendapati terkait informasi yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani tersebut. ‘’Kalau memang ada syukurlah, dapat meringankan pelaku pariwisata,’’ ucap Kabid Pengembangan Pariwisata Disparpora Kabupaten Madiun Mokh. Hamzah Nugrohanto, Jumat (19/11).
Hamzah menambahkan, informasi terkait program dari pusat biasanya disampaikan saat bantuan tersebut sudah pasti disalurkan. Pun, jika penetapan kriteria sudah selesai. Lalu, dari pusat bakal meminta data calon penerima insentif untuk diseleksi kembali. ‘’Misalnya bantuan sembako pegawai pariwisata yang terdampak Covid-19 lalu. Satu minggu sebelum penyaluran, kami baru diberi tahu,’’ ungkapnya.
Bahkan, hanya diberi waktu tiga hari untuk mendata calon penerima. Sehingga, pihaknya acap kelabakan lantaran waktunya mepet. Sedangkan jumlah pelaku sektor pariwisata di wilayah tersebut banyak. Pun, harus didata sesuai kriteria. ‘’Meskipun sudah ada data, harus dilakukan verifikasi kembali untuk memastikan kondisi di lapangan,’’ tuturnya. (tr1/c1/sat/her)
Editor : Hengky Ristanto