Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dari Politikus, Muhammad Aji Kurniawan Sukses Kembangkan Pertanian Tebu

Hengky Ristanto • Rabu, 15 Desember 2021 | 20:33 WIB
BANGGA: Muhammad Aji Kurniawan saat menerima penghargaan NSS Farmer of The Years Kategori Milenial 2021 di Jakarta. (ISTIMEWA)
BANGGA: Muhammad Aji Kurniawan saat menerima penghargaan NSS Farmer of The Years Kategori Milenial 2021 di Jakarta. (ISTIMEWA)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tampangnya good looking. Penampilannya pun rapi. Jauh dari sosok petani yang selama ini identik dengan kesan ndeso. Namun, keseharian Muhammad Aji Kurniawan belakangan ini memang tidak jauh-jauh dari pertanian. ‘’Dulunya concern di dunia politik. Belakangan setelah ayah meninggal, saya fokus mengembangkan pertanian tebu milik keluarga,’’ ujar Aji, Rabu (15/12).


Kala itu Aji belum paham betul soal budi daya tebu. Namun, pria 29 tahun tersebut terus berupaya belajar dan berinovasi. Mengembangkan lahan pribadi, sewa, dan binaan menjadi kunci kesuksesannya mendongkrak hasil panen tebu dengan persentase terbilang fantastis.


Dari satu lahan yang dikelola mampu menghasilkan sekitar 150 ribu kuintal tebu. ‘’Waktu masih dikelola ayah, hanya kisaran 61 ribu kuintal,’’ sebut peraih penghargaan National Sugar Summit (NSS) Farmer of The Years Kategori Milenial dari Kementerian Pertanian itu.


Aji juga memanfaatkan jaringan relasi saat berkarier di dunia politik untuk memperluas lahan pertanian. Tak hanya Kabupaten Madiun, dia juga menggandeng petani tebu wilayah Ngawi, Magetan, dan Ponorogo. ‘’Tidak semua lahan milik pribadi,’’ ungkapnya. ‘’Kami membina kelompok petani tebu bagaimana cara meningkatkan hasil panen dan membantu dalam hal pemasaran,’’ imbuhnya.


Kelompok petani tebu dibina ihwal sistem pengolahan lahan, pembibitan, dan pemupukan. Pun, bagi Aji, pemahaman karakteristik tanah lahan tebu wajib dimiliki petani agar hasil panen sesuai harapan. ‘’Petani tebu menganggap semua bibit tebu itu sama dan dapat ditanam di semua lahan pertanian. Padahal tidak. Bibit tebu harus disesuaikan,’’ tutur warga Desa Sogo, Balerejo, Kabupaten Madiun, itu.


Pemupukan juga tidak bisa dilakukan serampangan. Melainkan butuh teknik tersendiri yang selama ini kerap diabaikan petani tebu. Yakni, pemberian pupuk difokuskan pada pangkal pohon tebu. Selanjutnya, pupuk ditutup dengan tanah agar terserap sempurna oleh tanaman tebu. ‘’Kebanyakan petani hanya menaburkan pupuk dan tidak menutupnya dengan tanah,’’ bebernya. (mg4/isd/c1)

Editor : Hengky Ristanto
#pertanian #mejayan