Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

KSAL Resmikan Tiga Monumen Alutsista di Madiun

Hengky Ristanto • Senin, 17 Januari 2022 | 17:24 WIB
GAGAH: KSAL Laksamana TNI Yudo Margono meresmikan monumen pesawat Nomad N-24 P-843 dan dua monumen alutsista lainnya di Kabupaten Madiun kemarin (16/1). (R. BAGUS RAHADI/JAWA POS RADAR MADIUN)
GAGAH: KSAL Laksamana TNI Yudo Margono meresmikan monumen pesawat Nomad N-24 P-843 dan dua monumen alutsista lainnya di Kabupaten Madiun kemarin (16/1). (R. BAGUS RAHADI/JAWA POS RADAR MADIUN)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bisa jadi julukan Kabupaten Madiun bakal bertambah. Itu merujuk keberadaan sejumlah monumen bernuansa militer di daerah setempat. Terbaru, berdiri tiga monumen alat utama sistem senjata (alutsista) hibah TNI Angkatan Laut (AL). ‘’Ketiga alutsista yang menghiasi Kabupaten Madiun ini punya nilai sejarah yang tinggi,’’ kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono saat meresmikan tiga monumen tersebut, Minggu (16/1/2022).


Alutsista pemberian TNI-AL itu yang pertama adalah pesawat Nomad N-24 P-843. Pesawat pengintai tersebut dimonumenkan di Taman Kota Caruban Asti. Kemudian, tank amfibi PT-76 dan meriam M-30 Howitzer. Dua alutsista itu berada di kawasan simpang Dumpil masuk Desa Bagi, Madiun. ‘’Alutsista ini telah digunakan di berbagai operasi dan latihan TNI-AL dalam menegakkan kedaulatan NKRI,’’ ungkap Yudo.


Dia mengungkapkan, dengan adanya monumen alutsista itu keindahan Kabupaten Madiun bertambah. Selain itu, diharapkan mampu mempertebal nilai patriotisme, nasionalisme, serta heroisme perjuangan prajurit TNI-AL bagi masyarakat. ‘’Khususnya generasi muda,’’ imbuh pria asli Desa Garon, Balerejo, itu.


Bupati Madiun Ahmad Dawami menilai tiga monumen alutsista hibah TNI-AL bakal memberikan dampak psikis positif bagi masyarakat. Yakni, terkait pandangan miring Kabupaten Madiun seputar peristiwa PKI 1948. ‘’Ini (monumen, Red) bisa menjadi semangat baru dan menjadi penghapus stigma peristiwa 1948, yang mana masyarakat Kabupaten Madiun tidak terlibat sama sekali dalam peristiwa itu,’’ ungkapnya.


Sekadar diketahui, ada monumen bernuansa militer yang lebih dulu berdiri di Kabupaten Madiun. Yakni, monumen pesawat F-5 Tiger dari TNI-AU pada 2018. Monumen itu ditempatkan di Alun-Alun Reksogati Caruban. Dengan tambahan tiga alutsista hibah TNI-AL, Kabupaten Madiun kini memiliki empat monumen bernuansa militer. (den/c1/isd/her)

Editor : Hengky Ristanto
#mejayan #tni al