Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Korona Melandai, Harga Jahe Merah Turun

Hengky Ristanto • Selasa, 1 Februari 2022 | 18:46 WIB
AREA KHUSUS: Budi daya jahe merah di wilayah Geger masih eksis. (ISTIMEWA)
AREA KHUSUS: Budi daya jahe merah di wilayah Geger masih eksis. (ISTIMEWA)

GEGER, Jawa Pos Radar Madiun – Petani jahe merah di Kabupaten Madiun tengah dilanda gundah. Pasalnya, harga komoditas tersebut belakangan cenderung turun seiring melandainya kasus Covid-19. ''Faktor lainnya adanya impor jahe merah,'' ujar Irwan Budianto, salah seorang petani jahe merah di Desa Sambirejo, Geger, Selasa (1/2).


Irwan mengungkapkan, saat kasus Covid-19 tinggi, harga jahe merah mencapai Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Namun, belakangan hanya Rp 20 ribu. ‘’Mulai turun akhir tahun 2020 bersamaan masuknya jahe merah impor,'' tuturnya sembari menyebut kondisi itu membuat sebagian petani jahe merah di Kabupaten Madiun beralih menanam porang.


Irwan sendiri hingga kini belum berpikir banting setir ke jenis tanaman lain. Saat ini dia tengah membudidayakan sekitar 5 ribu jahe merah di lahan seluas dua hektare.  ‘’Kami pakai pupuk organik seperti pupuk kandang dan urine kelinci,'' ungkapnya.


Menurut Irwan, penggunaan pupuk organik terbukti mampu meningkatkan kualitas jahe merah. Di sisi lain, dia tidak dipusingkan memasarkan hasil panen lantaran sudah ada pengepul yang siap menampung. ''Selama ini kami kerja sama dengan pembeli dari Ponorogo,’’ pungkasnya. (rio/c1/isd/her)

Editor : Hengky Ristanto
#pertanian #Kabupaten Madiun