Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pasar Burung Caruban Sepi, Pendapatan Pedagang Terjun Bebas

Hengky Ristanto • Rabu, 23 Maret 2022 | 22:51 WIB
LENGANG: Sejumlah pedagang pasar burung Caruban memilih untuk menutup lapaknya akibat sepi pengunjung. (M.R. AKROMU NIAM/JAWA POS RADAR CARUBAN)
LENGANG: Sejumlah pedagang pasar burung Caruban memilih untuk menutup lapaknya akibat sepi pengunjung. (M.R. AKROMU NIAM/JAWA POS RADAR CARUBAN)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pedagang pasar burung Caruban semakin kembang kempis. Pendapatan mereka kian menurun akibat pasar sepi pengunjung. Pandemi Covid-19 dan adanya jalan tol Madiun-Kertosono disebut sebagai biangnya.


Sebelum adanya pandemi, dalam sehari mereka mampu menjual tujuh hingga 10 ekor burung. Namun, belakangan bisa dihitung dengan sebelah jari. ''Beberapa kali saya buka-tutup kios karena kondisinya sepi seperti ini,’’ ujar salah seorang pedagang, Rabu (23/3).


Sepinya pasar burung Caruban juga disebabkan tidak adanya kontes burung di pasar itu seiring pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). ''Saya sekarang beralih memelihara ayam,’’ kata Riandra Raka Yudha, salah seorang pengunjung.


Tidak hanya pedagang burung, para pemilik warung di pasar itu tak luput dari dampak sepinya pasar. Pun, mereka memilih mengurangi stok menu yang dijual lantaran khawatir tak laku. ‘’Biasanya sehari 10 porsi, sekarang paling banyak tiga,’’ ungkap Suroto, salah seorang pemilik warung. (tr2/c1/isd/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Pasar Burung #Kabupaten Madiun #Pemkab Madiun