Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pusat Gelontor BLT Migor Rp 17,6 Miliar ke 58 Ribu KPM di Kabupaten Madiun

Hengky Ristanto • Minggu, 17 April 2022 | 17:30 WIB
BLT MIGOR: Suasana penyaluran BLT migor di wilayah Kabupaten Madiun. (R. BAGUS RAHADI/JAWA POS RADAR MADIUN)
BLT MIGOR: Suasana penyaluran BLT migor di wilayah Kabupaten Madiun. (R. BAGUS RAHADI/JAWA POS RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan ribu warga Kabupaten Madiun masuk daftar penerima bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng (migor). Bantuan dari pusat itu bakal disalurkan bulan ini. ‘’Penyaluran ditargetkan selesai 20 April nanti,’’ kata Wahyu Wibowo, koordinator penyaluran BLT migor, Minggu (17/4).


Penyaluran BLT migor dipercayakan kepada PT Pos Indonesia. Nominalnya Rp 100 ribu per bulan per keluarga penerima manfaat (KPM). Penyaluran kali ini untuk tiga bulan ke depan. Yakni, April, Mei, dan Juni. Sehingga setiap KPM akan menerima Rp 300 ribu. ‘’Total ada 58.934 KPM di Kabupaten Madiun,’’ ungkap manajer jasa keuangan Kantor Cabang Utama PT Pos Madiun itu.


Total BLT migor lebih dari Rp 17,6 miliar menjadi tanggung jawab pihaknya untuk sampai ke tangan KPM di seluruh wilayah kecamatan. Minus Sawahan dan sebagian Wonoasri yang sudah disalurkan Senin (11/4) lalu. ‘’Kami optimistis semua tersalurkan,’’ ucapnya.


Wahyu mengungkapkan, penerima BLT migor adalah penerima bantuan pangan nontunai (BPNT) dan program keluarga harapan (PKH). Pun, pelaku usaha gorengan. Soal data penerima, pihaknya menerima langsung dari pemerintah pusat. ‘’Tidak ada klasifikasi mana penerima BPNT, PKH, maupun pelaku usaha gorengan,’’ ujarnya.


Di lain pihak, dinas sosial (dinsos) setempat juga buta BLT migor. Kabid Perlindungan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Madiun Andy menekankan bahwa pihaknya tidak mendapat pemberitahuan resmi dari pemerintah pusat. Pun, dari PT Pos setempat. ‘’Kami nggak ada data penerima BLT migor. Sepertinya, dari kementerian langsung ke PT Pos. Mungkin, kalau sudah selesai nanti kami baru mendapat laporan,’’ tuturnya. (den/c1/sat/her)

Editor : Hengky Ristanto
#minyak goreng #Kabupaten Madiun #Pemkab Madiun #BLT