MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng (migor) di Kabupaten Madiun belum tuntas. Ratusan keluarga penerima manfaat (KPM) hingga kini belum mencairkan jatahnya. ‘’Realisasi penyaluran BLT mencapai 99,07 persen,’’ kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun Anang Kusuma, Jumat (13/5).
Anang menjelaskan, BLT migor disalurkan bersamaan bantuan pangan nontunai (BPNT). Per KPM dijatah Rp 300 ribu BLT migor untuk tiga bulan. Yakni, untuk April, Mei, dan Juni, alias Rp 100 ribu per bulan. Berdasar data yang diterima dinsos dari PT Pos sebagai penyalur BLT migor, belum semua KPM mencairkan. ‘’Dari total 58.934 KPM, yang sudah mencairkan 58.386,’’ ungkap Anang.
Sehingga, masih ada 548 KPM belum menerima BLT migor. Jika dihitung, terdapat Rp 164 juta yang belum tersalurkan. ‘’Kemungkinan KPM sudah meninggal, pindah alamat, atau sudah mampu sehingga tidak mengambil jatah subsidi migor itu,’’ ujarnya.
Anang menyebutkan, keberadaan KPM atas subsidi itu tersebar di berbagai wilayah kecamatan. Seperti, 26 KPM di Kecamatan Kebonsari dan 28 KPM di Kecamatan Dolopo. Menurut Anang, hal tersebut sudah ditindaklanjuti. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa. ‘’Masih dikonfirmasi dan disampaikan ke desa terkait data yang belum tersalurkan untuk mendeteksi warga yang belum menerima,’’ tuturnya. (den/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto