MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ruas jalan alternatif Madiun-Caruban di Ngadirejo, Wonoasri, kembali menyulitkan para pengendara. Sejatinya, baru setahun lalu diperbaiki. Bahkan, beberapa bulan terakhir sempat ditambal sulam karena berlubang. Kini sudah tidak mulus lagi.
Yudi, salah seorang warga setempat, mengeluhkan kondisi tersebut. Padahal, jalan di depan bengkelnya itu belum lama diperbaiki. Tapi rusak lagi dalam waktu singkat. Pun, banyak pengendara motor sering terjatuh menghindari lubang-lubang yang tidak beraturan itu. ‘’Pas malam hari dan hujan deras biasanya. Itu tidak kelihatan (jalan berlubangnya). Jadi kaget, terus jatuh,’’ katanya, Kamis (21/7).
Yudi berharap Pemkab Madiun segera melakukan pembenahan untuk mengatasi masalah tersebut. Mengingat salah satu jalan kabupaten itu cukup ramai dan menjadi akses favorit warga Madiun yang ingin ke Caruban, pun sebaliknya. Selain lebih sejuk juga ramah dari polusi karena lingkungan pedesaan. Minimnya kendaraan berat yang melintas juga jadi salah satu alasan warga lebih memilih akses ini dibanding jalan provinsi Madiun-Surabaya. ‘’Semoga diperbaiki dengan kualitas bahan paling bagus agar tidak mudah rusak lagi,’’ harapnya.
Kepala Desa (Kades) Ngadirejo Sutikno mengatakan, kerusakan jalan terjadi lantaran ruas jalan tersebut langganan banjir saat musim penghujan. Jalan acap tergenang hingga berjam-jam. ‘’Saluran airnya tidak berfungsi. Jadi, larinya (air) ke jalan. Makanya mudah rusak,’’ ungkapnya.
Menurut Sutikno, perawatan jalan di depan kantor desanya itu merupakan tanggung jawab dinas perkerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat. Sehingga, pihaknya hanya bisa melaporkan jika ada kerusakan. Namun, sejauh ini pihaknya belum mengirimkan surat pengaduan resmi ke dinas terkait. Pernah sekali secara lisan. ‘’Biasanya sudah ada yang mengecek berkala dari DPUPR,’’ tuturnya. (tr4/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto