Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Kalah Saing, Taman Poyo Sepi Mamring

Hengky Ristanto • Senin, 25 Juli 2022 | 21:58 WIB
BERLIBUR: Sejumlah pengunjung sedang menikmati salah satu wahana permainan di desa wisata Taman Bantaran Kanal Poyo, Desa Banaran, Geger, Minggu (24/7). (DIAN RAHAYU/TRAINING JAWA POS RADAR MADIUN)
BERLIBUR: Sejumlah pengunjung sedang menikmati salah satu wahana permainan di desa wisata Taman Bantaran Kanal Poyo, Desa Banaran, Geger, Minggu (24/7). (DIAN RAHAYU/TRAINING JAWA POS RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun  - Taman Wisata Bantaran Kanal Poyo di Desa Banaran, Geger, kini berangsur meredup. Destinasi wisata serupa yang belakangan menjamur di berbagai kecamatan disebut sebagai biangnya. Belum lagi, adanya pandemi Covid-19 yang membuat warga enggan berwisata. ‘’Jumlah pengunjung turun sampai 90 persen dibanding saat sebelum pandemi,’’ kata Suwarno, salah seorang pengelola Taman Poyo, Senin (25/7).


Suwarno menyebutkan, sebelum pandemi, taman yang dibangun pada 2018 itu mampu mendatangkan 20 hingga 30 rombongan kereta mini dari berbagai wilayah sekitar. Namun, sejak korona mewabah, paling banyak hanya dua rombongan. Bahkan, tak jarang nihil wisatawan.


Pihaknya sudah memikirkan sejumlah cara untuk mendongkak jumlah pengunjung. Namun, terkendala dana. Sebab, sumber pemasukan hanya dari sewa lapak dan aula serta beberapa wahana. Sementara, wisatawan tidak dikenai tiket masuk. ‘’Sekarang paling banyak per hari hanya dapat Rp 100 ribu. Untuk pemeliharaan dan kebersihan saja, itu nggak cukup,’’ sebutnya.


Suwarno menduga sepinya pengunjung Taman Poyo akibat kalah saing dengan destinasi wisata serupa di desa lain. ‘’Sebenarnya kami punya banyak ide untuk pengadaan wahana yang lain dari lainnya. Tapi, balik lagi, dananya tidak ada,’’ keluhnya.


Taman Poyo yang dulunya berupa sawah itu sejatinya memiliki fasilitas terbilang komplet. Mulai wahana permainan anak, playground, becak ontel, sepeda dan pesawat gantung, kolam renang, hingga karaoke. Pengunjung yang ingin mencoba wahana tertentu hanya dikenai biaya Rp 4.000-Rp 10.000.


Objek wisata itu juga dilengkapi sejumlah lapak dagang yang disewakan ke warga. Sayangnya, seiring sepinya pengunjung, satu per satu penyewa memilih berhenti berjualan. ‘’Sedih pastinya kalau sepi pengunjung, karena pembeli juga sepi. Semoga lekas membaik seperti dulu,’’ harap Andi Purwanto, salah seorang penyewa lapak yang masih bertahan. (tr4/c1/isd)

Editor : Hengky Ristanto
#Taman Poyo #Pariwisata #Kabupaten Madiun #Pemkab Madiun #rth