MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Belum hilang dari ingatan kasus bapak-anak tenggelam di dam Sungai Notopuro, tragedi serupa terjadi di Waduk Kedungbrubus, Desa Bulu, Pilangkenceng. Tri Santoso, 27, tewas klelep di lokasi tersebut, Sabtu (6/8) petang. ‘’Korban mancingdi lokasi yang terpisah dari beberapa temannya,’’ kata Kapolsek Pilangkenceng AKP Koco Widodo kemarin (7/8).
Insiden itu bermula saat korban sekitar pukul 11.00berangkat dari rumahnya di Desa Morang, Kare, menuju Waduk Kedungbrubus bersama dua teman sedesa. Yakni, Kevin Jonathan, 18, dan Mujianto, 17. Sesampainya di lokasi, korban memilih titik memancing sendiri. Terpisah dengan dua rekan sehobinya tersebut. ‘’Menjelang magrib, baru diketahui kalau korban tenggelam,’’ ungkap Kapolsek.
Tri Santoso diketahui tenggelam sesaat sebelum Kevin dan Mujianto pulang. Keduanya diteriaki warga setempat yang terkejut lantaran melihat jasad manusia terapung di waduk.
Benar saja, setelah dicek, sosok mengapung itu ternyata jasad korban. Kevin dan Mujianto pun bergegas menepikan temannya tersebut. Sayangnya, Tri Santoso sudah dalam kondisi tidak bernyawa. ‘’Pertama diketahui, posisi korban telentang,’’ ujar Koco.
Aparat kepolisian setempat langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) usai mendapat laporan kejadian tersebut. Berbagai tindakan dilakukan. Mulai menghimpun keterangan saksi-saksi hingga olah TKP. ‘’Saat ditemukan, korban cuma pakai celana pendek. Kemungkinan memancing ikan dengan teknik ngobok atau masuk ke dalam waduk. Kemudian, ada kendala sehingga tenggelam,’’ bebernya.
Koco menyebutkan, hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Hanya, didapati luka babras pada kaki kiri dan wajah diduga akibat terpeleset. ‘’Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah,’’ tandasnya. (den/c1/isd)
Editor : Hengky Ristanto