MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi Pasar Caruban Baru (PCB) semakin merana. Saat ini tidak sampai separo kios yang beroperasi. Selebihnya dibiarkan kosong akibat sepinya pembeli. ‘’Sejak pindah ke sini (dari lokasi lama di Jalan Panglima Sudirman) sepi,’’ kata Riwat, salah seorang pedagang kebutuhan pokok, Kamis (25/8).
Riwat menuturkan, kondisi pasar semakin sepi saat memasuki masa pandemi korona. Meski pandemi telah mereda, lanjut dia, kondisi PCB tidak banyak berubah. ‘’Dulu waktu di pasar kawak ramai pembeli. Jual apa saja siang sudah habis. Sekarang jual gula merah 10 kilogram saja seminggu tidak habis-habis,’’ keluhnya.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Caruban Baru Muhammad Danan Pujo Marjoko menyebutkan, lokasi pasar yang dinilai kurang strategis mengakibatkan warga enggan berbelanja di PCB. ‘’Letaknya kandi kawasan pinggiran yang jauh dari permukiman padat penduduk,’’ ujarnya.
Dia juga mengatakan bahwa tidak adanya terminal bayangan dan halte bus didekat pasar merupakan faktor penyebab lain sepinya PCB. Selama ini pengunjung harus naik becak dari halte terdekat dengan ongkos Rp 20ribu sekali jalan untuk menuju pasar itu. ‘’Akses umumnya sangat tidak efisien dan keluar cost banyak,’’ imbuhnya.
Dia berharap pemkab mencarikan solusi agar kondisi PCB ramai seperti dulu saat pedagang masih menempati pasar lama. ‘’Bagaimanapun pasar ini milik pemerintah. Jadi, kami mohon lebih diperhatikan,’’ pungkasnya. (mg3/c1/isd)
Editor : Hengky Ristanto