Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Atur Siasat demi Mendapatkan Jenis BBM Harga Termurah

Hengky Ristanto • Kamis, 8 September 2022 | 23:30 WIB
TETAP ANTRE: Suasana salah satu SPBU di kawasan Caruban kemarin (7/9). Mau tidak mau masyarakat harus membeli dengan harga lebih mahal karena sudah menjadi kebutuhan. (DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR CARUBAN)
TETAP ANTRE: Suasana salah satu SPBU di kawasan Caruban kemarin (7/9). Mau tidak mau masyarakat harus membeli dengan harga lebih mahal karena sudah menjadi kebutuhan. (DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR CARUBAN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Empat hari sudah masyarakat harus menebus bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun nonsubsidi dengan harga baru yang lebih mahal. Siasat pun dilakukan. Yakni, membeli jenis BBM yang paling murah.


‘’Kalau pertalite habis, beli pertamax tapi hanya Rp 20 ribu. Kalau pertalite ada, diisi penuh,’’ kata Ilma Fikri, salah seorang pembeli di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sangen, Kamis (8/9).


Ilma masih mau membeli BBM nonsubsidi jika terdesak. Beda dengan Fitria. Warga Sewulan, Dagangan, itu memilih mengantre lebih awal setiap hari agar tetap bisa mendapatkan BBM bersubsidi. Bahkan, sampai menghafal jam operasional SPBU yang masih menyediakan BBM bersubsidi. ‘’Ini saja sudah memotong bujet pengeluaran lain karena penghasilan terbatas. Tak sanggup kalau harus beli yang lebih mahal,’’ keluh Fitria.


Selain berdampak pada siasat pembeli, kenaikan harga BBM juga berdampak pada roda ekonomi. Di Pasar Sambirejo, Jiwan, misalnya. Biasanya, pada awal bulan ramai pengunjung. Namun, sejak pengumuman kenaikan BBM, hampir sama seperti akhir bulan. Sepi. ‘’Saat ini belum ada kenaikan harga. Hanya kuantitasnya yang dikurangi oleh pabrik,’’ kata Kuswadi, ketua Paguyuban Pedagang Pasar Sambirejo.


Keuntungan Kuswadi tergerus imbas kenaikan harga BBM. Meskipun penjualannya tetap, namun modal yang dikeluarkan semakin besar. Bahkan, dia harus mengurangi stok barang dagangan untuk menghemat modal. ‘’Kalau (harga BBM) naik tidak apa-apa, tapi jangan semahal itu. Kasihan orang-orang kecil seperti kami, semakin sulit mencari nafkah,’’ ungkapnya.


Dia hanya bisa berharap pemerintah lebih memperhatikan nasib pedagang kecil. Terutama dalam hal permodalan atau memberi bunga kredit usaha yang tidak memberatkan. (mg3/c1/sat)

Editor : Hengky Ristanto
#BBM #solar #Pertalite #SPBU #Pertamax