MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan pasar darurat untuk pedagang Pasar Dungus yang terbakar terus dikebut. Tahap penyiapan lahan di eks kantor Kawedanan Dungus, Wungu, sudah selesai. ‘’Pematangan lahan sudah 90 persen,’’ kata Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun Boby Saktia, Selasa (20/9).
Di awal pekerjaan beberapa hari terakhir, aktivitas didominasi alat berat. Beberapa pohon dibersihkan. Lahan di lokasi yang sebelumnya berundak-undak diratakan. Selanjutnya fokus ke pekerjaan fisiknya. ‘’Mulai hari ini (kemarin, Red), pekerjaan konstruksi kami mulai,’’ ujarnya.
Benang pengukur petak kios sudah terbentang di lokasi. Sejumlah pekerja mulai memasang batako sebagai dinding bawah kios. Merujuk perencanaan, di atas tembok itu bakal disambung material lain. Untuk tempat dagang model los, dibangun menggunakan besi hollow dan galvalum.
Atap kios berukuran 3x3 meter dan los 2x2 meter per pedagang bakal ditutup spandek. ‘’Anggaran menggunakan BTT (belanja tidak terduga). Karena sifatnya darurat, tidak ada biaya perencanaan,’’ sebut Boby.
Diketahui, BTT Kabupaten Madiun tahun ini Rp 33,7 miliar. Nominal tersebut bakal dikepras Rp 23,7 miliar dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) yang akan digedok pekan ini. Jika rencana itu terealisasi, BTT tinggal Rp 10 miliar.
Sementara itu, dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disperdagkop-UM) setempat merekomendasikan 211 pedagang kios dan los untuk pasar darurat. Ratusan pedagang itu kehilangan tempat berjualan sejak Pasar Dungus terbakar pada Minggu (4/9) lalu.
Terkait penggunaan BTT sebagai sumber anggaran pembangunan pasar darurat, badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD) setempat juga belum tahu. Termasuk, anggaran relokasi ratusan pedagang itu. ‘’Soal itu (BTT untuk pasar darurat, Red) belum ada usulan dari dinas terkait yang masuk ke kami,’’ kata Kepala BPKAD Kabupaten Madiun Suntoko. (den/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto