MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tugu Brem Caruban tidak cantik lagi. Tetenger ikon Kabupaten Madiun yang dibangun sekitar 2017 itu rusak di beberapa bagian. ‘’Sudah lama rusaknya dan tidak ada perawatan selain menyirami tanamannya,’’ kata Lurah Bangunsari, Mejayan, Suwandi, Sabtu (24/9).
Suwandi juga mengeluhkan warna cat tugu di simpang tiga dekat kantor kelurahan itu sudah kusam. Selain itu, beberapa sisi sekitar tugu ditumbuhi rumput liar. ‘’Memang lokasinya di wilayah kami, tapi tugu itu tanggung jawab pemkab. Kami berharap ada perhatian, karena keberadaannya juga untuk mempercantik wajah Caruban,’’ ujarnya.
Koordinator Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun Wahyu Shinta belum mengetahui kerusakan ruang terbuka hijau (RTH) itu. Pun, belum mendapat laporan dari petugas lapangan di wilayah tersebut. ‘’Akan kami cek di lapangan apa saja yang rusak,’’ katanya.
Shinta mengaku cukup terkendala luasnya jangkauan RTH sekabupaten ini yang menjadi tanggung jawab pihaknya. Sehingga, terkadang ada yang luput dari pantauan. Kendati demikian, pihaknya akan terus berusaha maksimal memastikan seluruh RTH tetap terawat dan berkondisi baik.
Meski begitu, seluruh RTH yang rusak tidak bisa dilakukan perbaikan langsung. Alasannya, perlu menyesuaikan anggaran yang ada. ‘’Jika dananya cukup akan langsung kami perbaiki. Kalau butuh dana besar, perlu waktu dan bertahap,’’ jelasnya. (mg3/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto