Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Luruskan Stigma Negatif, Bupati Madiun: Tidak Ada Tokoh PKI dari Madiun!

Hengky Ristanto • Senin, 3 Oktober 2022 | 21:00 WIB
AGENDA RUTIN: Suasana upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Keganasan PKI Madiun 1948, Kresek, Wungu, Sabtu (1/10). (R. BAGUS RAHADI/JAWA POS RADAR MADIUN)
AGENDA RUTIN: Suasana upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Keganasan PKI Madiun 1948, Kresek, Wungu, Sabtu (1/10). (R. BAGUS RAHADI/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun berupaya keras menggerus stigma negatif dampak sejarah kelam Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam berbagai kesempatan. Salah satunya pada upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Korban Keganasan PKI 1948, Kresek, Wungu, Sabtu (1/10) lalu. ‘’Tidak ada tokoh PKI dari Kabupaten Madiun,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami usai memimpin upacara.


Bupati menuturkan, pada 17 September 1948 Magetan hingga Blora dibuat kacau oleh PKI. Kemudian, 18 September 1948 giliran Madiun dijadikan tempat deklarasi Republik Soviet Madiun oleh PKI. Masyarakat bersama Pasukan Siliwangi melawan.


Setelah 12 hari kemudian, tepatnya 30 September 1948, Madiun kembali ke pangkuan NKRI. ‘’Justru tokoh masyarakat dan agama Madiun yang jadi korban kekejaman PKI,’’ ungkap Kaji Mbing, sapaan bupati.


Kaji Mbing menjelaskan, tokoh PKI yang melakukan pemberontakan adalah Amir Syarifudin dan Muso. Dua sosok tersebut bukan orang Madiun. Dia berharap sepenggal sejarah itu dipahami seluruh lapisan masyarakat. Agar ada pemahaman serupa dan tidak ada lagi stigma miring Madiun akibat aksi PKI tersebut. ‘’Jadi, waktu itu mereka (PKI, Red) memosisikan Madiun sebagai pusat aksi,’’ bebernya.


Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi agenda tahunan yang selalu dipusatkan di Monumen Korban Keganasan PKI 1948 alias Monumen Kresek. Sebab, pada 74 tahun silam terjadi peristiwa memilukan di lokasi tersebut. ‘‘Ini bentuk pengingat bagi semua, terutama generasi penerus,‘‘ harap Kaji Mbing.


Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila kemarin dikomandani Kapten Arhanud Untung Wiyono, Danramil 0803-11/Geger. Pembaca ikrar Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono. Pembaca Pembukaan UUD 1945 Enggar Gutawa, siswa SMAN 1 Dolopo. Ratusan personel TNI/Polri, ASN, mahasiswa, dan pelajar menjadi peserta upacara. (den/c1/sat)

Editor : Hengky Ristanto
#Bupati Madiun #Pemkab Madiun #hari kesaktian pancasila #Monumen Kresek #pki #Pemberontakan PKI