MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ketersediaan perangkat komputer menjadi pekerjaan rumah (PR) besar terkait ujian asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) jenjang SD yang dijadwalkan digelar serentak mulai 3 November mendatang.
Lantaran tidak memiliki sarana yang cukup, pelaksanaan ANBK di sejumlah sekolah terpaksa digabung dengan lembaga lain. SDN Sirapan 1, Madiun, misalnya, pelaksanaan ANBK-nya bakal gabung dengan tiga sekolah lain. Yakni, SDN Sirapan 2 dengan 14 siswa, SDN Dimong 3 (21 siswa), dan SDN Dempelan 2 (9 siswa). ‘’Sarana kami minim,’’ ujar Kepala SDN Sirapan 1 Madiun Sujatno kemarin (7/10).
Sujatno menyebutkan, sekolahnya saat ini hanya memiliki empat laptop. Sementara, peserta ANBK di lembaganya mencapai 19 siswa. ‘’Meskipun digabung dengan beberapa SD, total laptopnya hanya 12 ditambah satu server. Itu pun untuk ruangannya pakai ruang kelas VI karena kami tidak punya lab komputer,’’ paparnya.
Selain terkendala minimnya perangkat, Sujatno menyebutkan bahwa sejumlah siswanya selama ini tidak terbiasa menggunakan komputer. Akibatnya, mereka terbilang lambat saat mengerjakan soal simulasi ANBK. ‘’Inginnya ke depan tiap sekolah dilengkapi perangkat komputer yang memadai,’’ tuturnya.
Terpisah, Kepala SDN Mejayan 1 Sriatun menyebutkan bahwa sejauh ini tidak ada kendala terkait pelaksanaan simulasi ANBK. Perangkat mencukupi dan berfungsi dengan baik. ‘’Sejak September sudah mulai persiapan sampai nanti awal November,’’ katanya.
Dia menjelaskan, ANBK di sekolahnya tahun ini bakal diikuti 30 siswa ditambah lima murid cadangan kelas V. Selain siswa sekolahnya, sebanyak 15 murid SDN Sidodadi 02, Mejayan, menumpang ANBK di sekolahnya. ‘’Kami laksanakan beberapa sesi karena keterbatasan perangkat. Di sekolah kami hanya ada 15 laptop, satu cadangan, satu server, dan satu komputer,’’ ungkapnya. (mg3/c1/isd)
Editor : Hengky Ristanto