MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Aktivitas perniagaan para pedagang Pasar Dungus bakal lebih maksimal. Seiring mereka sudah boyongan ke pasar darurat. Pihak legislatif pun meyambut positif.
‘’Untuk pemkab, diharapkan bisa lebih meringankan beban para pedagang,’’ kata Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu Widayat, Senin (24/10).
Menurut dia, kondisi perekonomian para pedagang Pasar Dungus tengah terpuruk. Dampak kebakaran hebat pasar tradiisonal di Desa Banjarsari Kulon, Dagangan, awal September itu.
Kerugian diderita para pedagang pun mereka tanggung sendiri. ‘’Alangkah baiknya pemkab memfasilitasi pinjaman lunak agar dapat dipakai para pedagang sebagai modal,’’ usulnya.
Pertimbangannya, selain kerugian para pedagang, kondisi keuangan daerah juga cupet. Wahyu mafhum, kecil kemungkinan pemkab berbicara soal ganti rugi untuk para pedagang. Kalaupun ada, lanjut dia, bantuan hanya sebatas sembako. ‘’Soal pinjaman lunak untuk modal itu, pemkab bisa memanfaatkan keberadaan bank daerah,’’ ujarnya.
Dia menilai penyediaan pasar darurat merupakan kewajiban pemkab. Kendati, fasilitas tidak mungkin sama dengan sebelumnya, Wahyu berharap para pedagang legawa.
Bagaimanapun, lanjut dia, upaya itu bersifat darurat. Pun, mengedepankan kecepatan dalam realisasinya. ‘’Setidaknya, perekonomian para pedagang bisa terus berkesinambungan dengan adanya pasar darurat itu,’’ harapnya. (den/sat)
Editor : Hengky Ristanto