‘’Ada yang mandiri, ada yang menumpang di sekolah lain,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Madiun Siti Zubaidah, Kamis (27/10).
Siti menyebutkan, pelaksanaan ANBK kali ini secara online dan sebagian semi-online. Pertimbangannya, kapasitas jaringan internet di setiap SD. Sebab, untuk online harus memenuhi syarat batas minimumnya. Sehingga, SD yang jaringan internetnya di bawah batas minimum, dilaksanakan semi-online.
Menurut Siti, ini bukan kendala berarti. Sebab, sudah ada pengalaman melaksanakan ANBK tahun sebelumnya. ‘’Petugas juga sudah berpengalaman. Seperti jika internet tiba-tiba terganggu, mereka sudah menyediakan cadangan jaringan internet dengan tethering data selular,’’ ujarnya.
Dia menambahkan, ketersediaan sarana prasarana (sarpras) memang masih kurang. Terlebih untuk SD dengan jumlah siswa kurang dari 60 anak tidak bisa dimintakan dana alokasi khusus (DAK). Sehingga, harus mencukupi sendiri dari APBD. Kendati begitu, pihaknya terus berupaya memenuhi.
‘’Tahun ini ada pengadaan komputer chromebook untuk 194 SD, masing-masing 15 unit. Akhir bulan ini datang dan bisa digunakan ANBK tahun depan,’’ katanya.
Meski masih dalam keterbatasan, Siti mengklaim tidak berpengaruh signifikan pada kualitas sekolah. Terbukti dari hasil evaluasi ANBK tahun lalu. Untuk kompetensi literasi dan numerasi, SD di Kabupaten Madiun mendapat hasil di atas rata-rata tingkat provinsi maupun nasional.
Masih ada beberapa SD yang perlu didorong lebih pada peningkatan kompetensi numerasinya. Pihaknya berharap hasil yang sudah dicapai tahun lalu minimal dipertahankan, bahkan lebih baik lagi tahun ini. ‘’Kami terus mendorong seluruh sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaraan kepada para siswanya,’’ jelasnya. (mg3/sat) Editor : Hengky Ristanto