Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Waktu Boyongan Kelewat Mepet, Pedagang Pasar Dungus Kesulitan Siapkan Dagangan

Hengky Ristanto • Sabtu, 29 Oktober 2022 | 15:42 WIB
GERAK CEPAT: Sebagian pedagang Pasar Dungus mulai pindah dan berjualan di pasar darurat kemarin (24/10). (DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR MADIUN)
GERAK CEPAT: Sebagian pedagang Pasar Dungus mulai pindah dan berjualan di pasar darurat kemarin (24/10). (DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Perasaan sebagian pedagang Pasar Dungus campur aduk setelah dizinkan boyongan ke pasar darurat di lahan eks kantor Kawedanan Dungus, Wungu. Di satu sisi mereka bersyukur dan senang. Namun, di sisi lain, mereka belum benar-benar siap boyongan. Apalagi diberi deadline pindahan.


Jatah waktu dua hari untuk memindahkan barang dagangan dinilai kelewat mepet. Tak urung, mereka pun nubyak-nubyak dan kesulitan menyiapkan segalanya. ‘’Kami baru dikabari Jumat (21/10), kalau Senin (24/10) sudah harus pindah semua. Padahal, kami belum menyiapkan apa-apa di pasar darurat,’’ keluh Sulastri, salah seorang pedagang.


Menurut Sulastri, Selasa (25/10), batas akhir para pedagang untuk mengosongkan Pasar Dungus yang terbakar awal September lalu itu. Padahal masih banyak barang dagangan yang belum sempat diangkut ke pasar darurat. Kendala terbesar yakni waktu terlalu singkat untuk menyiapkan tempat menyimpan barang agar aman.


Selain itu, beberapa bagian pasar darurat juga belum selesai pengerjaannya. Seperti jalan di depan losnya yang belum dipaving.


‘’Minimal itu seminggu untuk persiapan pindahan total. Terutama yang jualannya sembako seperti saya ini perlu memasang penutup dan ditata dulu. Tidak bisa sehari jadi, langsung pindah,’’ ujarnya.


Terpisah, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun Boby Saktia, menyebutkan bahwa sejatinya los dan kios pedagang sudah selesai sejak minggu lalu. Pun, pemavingan akses jalan pedagang ke kios dan los juga telah selesai.


‘’Untuk akses mobilitas pedagang kami usahakan tidak terganggu dan berfungsi semestinya. Ini tinggal pagar dan finishing musala sama pemavingan karena ada tambahan di beberapa bagian,’’ ungkapnya.


Boby menambahkan, proyek pembangunan pasar darurat itu kontraknya dua bulan untuk menyelesaikan seluruhnya. Pihaknya sengaja mengebut bagian kios dan los agar para pedagang bisa segera pindah ke tempat yang lebih layak meski belum seratus persen jadi.


Kendati begitu, pihaknya terus berupaya menyelesaikan semua yang kurang meski pedagang sudah beraktivitas di pasar darurat. Pihaknya menyiasati dengan melakukan pekerjaan setelah pedagang tutup.


Selain itu, juga menyicil mengerjakan bagian yang tidak menganggu pedagang. ‘’Kendala tidak ada karena sudah kami prediksi. Estimasi dua minggu lagi selesai semua,’’ jelasnya. (mg3/sat)

Editor : Hengky Ristanto
#relokasi #pedagang Pasar Dungus #Pasar Dungus #pasar darurat