‘’Coba, dinas terkait menata kembali tempat jualan di pasar darurat itu,’’ pinta Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu Widayat, Sabtu (29/10).
Sektor perekonomian patut mendapat prioritas. Mengingat, kondisi ekonomi saat ini yang sedang tidak baik-baik saja. Terjadi gejolak harga berbagai komoditas buntut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Sementara, kondisi sejumlah pedagang meracang di pasar darurat bertolak belakang dengan antisipasi inflasi yang digaungkan pemerintah. ‘’Kasihan kalau sampai sepi pembeli dan penyebabnya soal lokasi dagang,’’ ungkap Wahyu.
Wahyu mengamini pekerjaan proyek pembangunan pasar darurat di lahan eks kantor Kawedanan Dungus itu belum selesai 100 persen. Kendati demikian, solusi atas masalah para pedagang meracang itu mesti ditangani sesegera mungkin.
‘’Penataan kembali perlu dilakukan dengan melibatkan pedagang pasar. Supaya mereka benar-benar nyaman berjualan,’’ ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, belasan pedagang meracang mengeluh tak ada pembeli sejak boyongan sepekan lalu. Mereka menganggap, kondisi itu karena los jualan terpisah jauh dari tempat pedagang sayur-mayur. Padahal. komoditas pedagang meracang dan sayur-mayur ibarat satu paket kebutuhan konsumen. (den/sat) Editor : Hengky Ristanto