‘’Akhir tahun ini ada DAK (dana alokasi khusus) Rp 24 miliar untuk sarpras SDN,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Madiun Siti Zubaidah, Jumat (4/11).
Anggaran jumbo itu, lanjut Siti, untuk pengadaan sarpras penunjang pendidikan nerupa laptop jenis chromebook. Sasarannya 194 lembaga SDN di kabupaten ini. Setiap sekolah mendapatkan 15 unit chromebook. ‘’Sarpras penunjang ini sudah sesuai anjuran pusat,’’ ujarnya.
Dari ratusan lembaga pendidikan yang mendapatkan bantuan pusat itu, total ada 2.910 unit laptop. Siti memastikan, ribuan unit sarpras tersebut telah disalurkan kepada sekolah penerima. ‘’Chromebook telah dibagikan 30 Oktober lalu,’’ ungkapnya.
Siti menegaskan, sekolah harus mampu memanfaatkan dengan baik sarpras penunjang pendidikan tersebut. Pun, mesti berdampak positif bagi mutu pendidikan. Lebih-lebih, terhadap berbagai pengetahuan terkait digitalisasi.
‘’Sarpras sudah dilengkapi, peningkatan mutu pendidikan di era kurikulum merdeka belajar ini harus lebih baik dari sebelumnya,’’ ujarnya.
Diketahui, total SDN di Kabupaten Madiun sebanyak 405 lembaga. Soal itu, Siti menepis adanya kesenjangan pemerataan sarpras. Sebab, bantuan seperti itu bukan yang pertama. Sebelumnya sudah ada. Pun, berpotensi lanjut pada tahun-tahun berikutnya. ‘’Jangan dianggap selain 194 SDN yang menerima bantuan tahun ini, sarprasnya kurang,’’ tukasnya.
Kendati demikian, sejumlah lembaga pendidikan dipastikan memang tidak bisa mendapatkan bantuan dari DAK. Yakni, beberapa sekolah dengan jumlah peserta didik kurang dari 60 anak.
Sesuai data per Juli lalu, total ada 59 lembaga SDN di Kabupaten Madiun yang masuk kategori tersebut. ‘’Soal sekolah yang seperti itu (minim siswa), akan ada intervensi dari pemkab,’’ jelasnya. (den/sat) Editor : Hengky Ristanto