‘’Setelah kami asesmen, dua yang agresif ini kami prioritaskan penanganannya. Yakni di Kecamatan Dolopo dan Jiwan. Yang lainnya di Kecamatan Madiun dan Gemarang,’’ kata Kepala Sub Koordinator Rehabilitasi Sosial Dinsos Jawa Timur Roni Gunawan, Kamis (1/12).
Dua ODGJ masuk prioritas tinggi karena perilakunya membahayakan keselamatan orang di sekitarnya. Bahkan, ada yang sampai memukul hingga melukai saudaranya. Pun dalam pelepasan, pihaknya dibantu petugas dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya, untuk treatment lebih dulu.
Sedangkan kendala masih belum tercapainya target zero pasung di Jawa Timur karena keluarga menolak dan lingkungan resisten jika dilakukan pelepasan. ‘’Di Jatim, yang belum dilepas masih ada 274 kasus di 32 kabupaten. Sementara yang sudah bebas pasung 1.500 sekian,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos Kabupaten Madiun Nur Rosyid Anang Kusuma menyebutkan, saat ini dari 19 kasus pasung di kabupaten ini, masih tersisa 10 yang belum dibebaskan. Sejatinya, kemarin bisa mengirim lebih dari empat orang. Namun, karena keterbatasan sarana dan SDM, sehingga akan dilakukan bertahap.
Mereka akan dibawa ke RSJ Menur, Surabaya, untuk mendapatkan rehabilitasi medis dan pengobatan sekitar 21 hari. ‘’Dicek kondisi dulu, kalau sudah membaik akan dikembalikan ke keluarga. Jika belum dan butuh perawatan lebih lama akan dialihkan ke UPT rehabilitasi sosial,’’ jelasnya.
Anang menambahkan, mereka yang belum bisa dilepas kemarin karena keterbatasan kapasitas di RSJ Menur. Sehingga tidak bisa menampung keseluruhan.
Bersama dinas kesehatan (dinkes) setempat, terus melakukan pembinaan dan pengawasan melalui puskesmas. Mulai monitoring, pemeriksaan rutin dan pemberian obat. ‘’Secara bertahap tapi pasti akan kami lakukan hingga bebas pasung,’’ pungkasnya.
Adapun empat pasien yang dilepas pasung kemarin yaitu T, 44, warga Candimulyo, Dolopo; AW, 32, warga Ngetrep, Jiwan; AD, 33, warga Sirapan, Madiun; dan Y, 42, warga Desa/Kecamatan Gemarang.
Mereka dijemput petugas puskesmas kemudian berkumpul di Madiun untuk berangkat bersama ke RSJ Menur Surabaya dengan rombongan Dinsos Jatim. (mg3/sat) Editor : Hengky Ristanto