"Ini bagian dari upaya menumbuhkan kemandirian masyarakat miskin di pedesaan. Saat ini, usaha ternak ayam pedaging sangat potensial," ujar Pimpinan Baznas RI Nur Chamdani, usai peresmian balai ternak tersebut.
Nur Chamdani menjelaskan, program balai ternak ini telah berjalan di berbagai kota di Indonesia dengan varian ternak seperti unggas, domba, dan sapi. Balai ternak kelompok unggas pertama didirikan di Jawa Tengah, lalu berkembang ke Jawa Timur, khususnya Kabupaten Madiun.
Target penerima manfaat program ini adalah masyarakat yang memiliki semangat untuk beternak. Selain itu, kategori fakir atau miskin yang memiliki tekad kuat memperbaiki taraf hidup. Serta secara fisik mampu bekerja keras dan telah memiliki track record kemitraan.
Dasar prioritas keluarga yang diberikan modal adalah mereka yang masuk kategori miskin dan fisabilillah. "Kami berharap bantuan ini dapat memberikan dampak ekonomi, sosial dan spiritual bagi orang-orang yang berhak atau pantas menerima zakat (mustahik). Sehingga para peternak nantinya bisa mandiri dan berdaya," jelasnya.
Baznas menyalurkan masing-masing 3.000 ekor ayam umur satu hari (day old chick) kepada 17 peternak di desa setempat yang telah lolos seleksi. Tahapan seleksi meliputi studi kelayakan wilayah, seleksi kelayakan peternak mustahik, serta memastikan ketersediaan kandang.
Baznas juga menggandeng PT Bintang Tama Santosa untuk memberikan pendampingan secara teknis dalam mengembangkan balai ternak kelompok unggas ini.
Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto mengapresiasi peran Baznas Kabupaten Madiun yang terus bersinergi dengan Pemkab Madiun dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Program ini juga selaras dengan visi Pemkab Madiun yang ingin mewujudkan Kabupaten Madiun yang aman, mandiri, sejahtera, dan berakhlak.
"Semoga bantuan balai ternak kelompok unggas ini bisa dikelola dengan baik. Sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat desa setempat," pungkasnya. (osi/aan/*) Editor : Hengky Ristanto