Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Vaksinasi PMK Dosis Kedua di Kabupaten Madiun Minim Penolakan

Hengky Ristanto • Selasa, 20 Desember 2022 | 22:56 WIB
VAKSINASI: Petugas DPKP Kabupaten Madiun menyuntikkan vaksin PMK dosis kedua pada ternak warga di Plumpungrejo, Wonoasri, Senin (19/12). (DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR MADIUN)
VAKSINASI: Petugas DPKP Kabupaten Madiun menyuntikkan vaksin PMK dosis kedua pada ternak warga di Plumpungrejo, Wonoasri, Senin (19/12). (DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR MADIUN)
MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun terus menggencarkan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Kendati sudah berstatus zero reported case (ZRC) atau nol laporan kasus sejak beberapa bulan lalu. Itu demi menjaga ketahanan pangan, terutama pada kemandirian bidang peternakan.

Vaksin PMK pun akan terus dilakukan hingga semua alokasi dosis tersalurkan. ‘’Sejak Jatim dirilis waspada PMK hingga sekarang, jumlah laporan positif PMK hanya 29 ekor sapi dan satu ekor kambing. Pun sudah sembuh semua,’’ kata Kabid DPKP Kabupaten Madiun Bagus Sri Yulianta, Senin (19/12).

Saat ini pihaknya pelaksanaan vaksinasi dosis kedua sedang berprogres. Sementara dosis pertama sudah tuntas. Adapun capaian vaksin PMK per kemarin 63.062 dosis dari jatah total 127.400 dosis. ‘’Untuk sapi sudah 62 persen lebih dari populasi sekitar 49 ribu ekor. Sudah sesuai target ideal aman per daerah,’’ ujarnya.

Bagus menambahkan, meski vaksinasi dosis kedua secara makro belum mencapai 60 persen, namun sudah sesuai standar aman daerah dari sebaran PMK. Pun, peternak sudah paham dan bisa menerapkan standard operational procedure (SOP) ketika ternaknya mengalami gejala PMK.

Sehingga, sebaran penyakit tersebut tidak semasif pada awal ketika belum tahu cara pengendalian PMK. ‘’Vaksinasi berbasis wilayah diselesaikan semua dulu, baru pindah wilayah lain. Sejauh ini seluruh kecamatan sudah, tinggal beberapa desa yang populasi ternaknya sedikit,’’ klaimnya.

Bagus menyebutkan, pelaksanaan vaksin dosis kedua lebih mudah dibanding dosis pertama. Pun penolakan peternak sudah jarang karena kebanyakan sudah teredukasi. Hanya keterbatasan tenaga vaksinator kendalanya. Sebab, hanya 10 petugas untuk 15 kecamatan.

Dia mengestimasi, vaksin dosis kedua selesai pertengahan tahun depan. Nantinya, langsung dilanjut booster jika sudah memungkinkan. ‘’Untuk stok vaksin selalu ada. Jika di daerah habis, di pemprov masih tersedia banyak,’’ jelasnya. (mg3/sat) Editor : Hengky Ristanto
#sapi #Vaksinasi Anti-PMK #penyakit mulut dan kuku #kasus pmk #peternak #DPKP #wabah pmk #peternakan #pmk #vaksinasi #hewan ternak