Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sastrawan Beni Setia Meninggal Dunia di Madiun, Sosoknya Dikenal Humble

Hengky Ristanto • Senin, 26 Desember 2022 | 17:19 WIB
BERDUKA: Sri Handayati menunjukkan salah satu karya tulis dan lukisan wajah mendiang Beni Setia, Minggu (25/12). (DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR MADIUN)
BERDUKA: Sri Handayati menunjukkan salah satu karya tulis dan lukisan wajah mendiang Beni Setia, Minggu (25/12). (DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR MADIUN)
MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kabupaten Madiun kehilangan salah seorang sastrawan terbaiknya. Beni Setia wafat di usia 68 tahun. Beni mengembuskan napas terakhir Sabtu lalu (24/12) sekitar pukul 14.30.

‘’Ada riwayat sakit lambung. Sabtu pagi itu memburuk dan sempat dibawa ke rumah sakit,’’ kata Sri Handayati, istri mendiang Beni Setia, Minggu (25/12).

Handa, -sapaan akrab Sri Handayati- merasa sangat kehilangan kepergian untuk selamanya belahan jiwanya itu. Di matanya, Beni merupakan sosok suami yang bertanggungjawab dan peduli terhadap keluarga.

‘’Sudah lima tahun terakhir tidak menulis karena faktor usia,’’ ujarnya. ‘’Bapak sedikit lebih pendiam dari sebelumnya,’’ imbuhnya.

Bakat Beni di bidang sastra sudah terlihat sejak duduk di bangku SMA. Pun, terus diasah hingga berhasil memenangi lomba esai, cerpen, dan puisi hingga tingkat nasional. Berbagai karya sastrawan asal Kelurahan Krajan, Mejayan, itu juga sudah mejeng di media-media cetak besar sejak 1980-an.

‘’Bapak (Beni Setia, Red) itu juga suka jalan-jalan dan berdiskusi. Tapi, karena fisik dan usia sudah tidak mendukung, beberapa tahun terakhir hanya bisa membaca dan kadang mengurus kucing agar tidak bosan,’’ ungkap Hana.

Arif Gumantia, ketua Majelis Sastra Madiun (MSM) sekaligus kawan Beni Setia, menilai Beni merupakan sosok sastrawan nasional yang membumi.

Beni dikenal humble kepada siapapun meski namanya telah menasional. Termasuk dengan kalangan sastrawan muda. ‘’Kami sangat berduka dan kehilangan sosok inspiratif seperti beliau,’’ ujarnya.

Arif menambahkan, sosok Beni juga ikut mewarnai perjalanan MSM. Mulai menjadi pembicara di workshop menulis, bedah buku, dan sebagainya. Pun, sejumlah buku karya sastrawan di MSM menggunakan kata pengantar yang disusun Beni.

‘’Semua itu sangat berarti bagi kami,’’ tutur Arif. “Selamat jalan Pak Beni. Semoga karya beliau terus menginspirasi para sastrawan generasi muda,’’ imbuhnya. (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto
#beni setia #inspirashe #karya sastra #Meninggal #sastrawan #penulis