AKB dihitung berdasarkan jumlah kematian bayi sebelum berusia satu tahun. Pun, angka tersebut menjadi indikator penting sektor kesehatan sekaligus tingkat derajat kesehatan di suatu daerah. ‘’AKB pada 2022 cenderung menurun dibandingkan tahun sebelumnya,’’ ujar Sufiyanto.
Sufiyan menyebutkan, sepanjang 2021 AKB tercatat sebanyak 65. Artinya, dibanding tahun lalu turun 23 kasus. Kendati demikian, berbagai upaya akan dilakukan untuk menekan AKB. ‘’Untuk tahun ini, sarana dan prasarana, kapasitas tenaga kesehatan, dan pelayanan rujukan akan kami tingkatkan,’’ tuturnya.
Di sisi lain, Sufiyanto berharap masyarakat ikut berperan dalam upaya pemkab menekan AKB. Khususnya bagi ibu hamil dalam mempersiapkan persalinan. ‘’Periksa kehamilan minimal enam kali, upayakan juga pemeriksaan USG (ultrasonografi, Red),’’ pungkasnya. (den/isd) Editor : Hengky Ristanto