Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Nyaris Meluap, Volume Air Waduk Dawuhan Naik Berlipat

Hengky Ristanto • Selasa, 3 Januari 2023 | 16:55 WIB
NYARIS PENUH: Volume air Waduk Dawuhan bertambah signifikan seiring tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir. (DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR MADIUN)
NYARIS PENUH: Volume air Waduk Dawuhan bertambah signifikan seiring tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir. (DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR MADIUN)
MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir membuat ketinggian air Waduk Dawuhan bertambah signifikan. Pada 24 Desember 2022 lalu, misalnya, volume air bertambah hingga 1,3 juta kubik. Itu merupakan angka tertinggi sepanjang musim penghujan kali ini.

‘’Normalnya itu tambah 50.000 sampai 70.000 kubik per hari,’’ ungkap Agung Wirasa, petugas operasional Waduk Dawuhan, Senin (2/1).

Agung menyebutkan, kala itu ketinggian air yang semula 81,52 meter di atas permukaan laut (MDPL) naik menjadi 83,31 MDPL. Peningkatan tersebut, lanjut dia, akibat adanya air kiriman dari wilayah Kare dan hujan lokal yang cukup deras.

‘’Hampir meluap. Batas amannya itu di 84,21 MDPL. Melebihi itu statusnya siaga karena pasti meluap pada spillway,’’ bebernya.

Dia menambahkan, saat frekuensi hujan cukup tinggi seperti sekarang pihaknya melakukan prosedur pengendalian banjir sebagaimana arahan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Pun, berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimitologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur.

‘’Cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat diperkirakan akan terus berlangsung sampai Februari nanti,’’ ungkapnya. ‘’Saat ini masih berstatus aman. Secara track record, puncak cuaca ekstrem biasanya berlangsung pada Januari dan Februari,’’ imbuhnya.

Pihaknya, kata Agung, sejak bulan lalu juga mulai melakukan langkah mitigasi dan pemberlakuan prosedur pengendalian banjir. Salah satunya mengurangi kapasitas pintu air intake hingga 25 persen agar bisa menampung air jika terjadi banjir di wilayah atas.

Selain itu, berkoordinasi dengan warga sekitar yang berpotensi terdampak jika ada air bendungan meluap serta melakukan patroli, piket malam, dan piket banjir.

‘’Kemungkinan yang terdampak nanti di Dam Sarangan. Ada sekitar 10 KK yang tinggal di wilayah terdekat. Selebihnya kemungkinan masih aman,’’ pungkasnya. (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto
#hujan deras #BBWS Bengawan Solo #musim hujan #waduk dawuhan #curah hujan tinggi #Bendungan Dawuhan #bmkg