Hendro mengungkapkan, banyak unsur yang dibutuhkan untuk membuat ekskul sepak bola. Sarana dan prasarana, misalnya, tidak semua lembaga pendidikan di Kabupaten Madiun memiliki lapangan. Kebutuhan pelatih, lanjut dia, juga menjadi poin krusial dalam ekskul. ‘’Yang tak kalah penting minat anak-anak. Mau atau tidak,’’ ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, asosiasi kabupaten (askab) persatuan sepak bola seluruh Indonesia (PSSI) setempat berniat menggeliatkan sepak bola pelajar melalui ekskul di SD dan SMP. Tujuannya untuk menjaring bibit-bibit pesepak bola usia dini. Pun, askab ingin ekskul sepak bola dibarengi dengan kompetisi.
Hendro menyambut baik usulan askab itu. Bulan ini, kata dia, pihaknya akan mengadakan audiensi dengan askab untuk membahas kejelasan dunia sepak bola pelajar di Kabupaten Madiun. ‘’Setelah pertemuan itu nanti bisa dipastikan segala sesuatu terkait ekskul bola. Semoga mendapat hasil yang baik,’’ pungkasnya. (den/isd) Editor : Hengky Ristanto