Menurut Kaji Mbing, sapaan bupati, dinas pertanian dan perikanan (disperta) melaporkan pertanian padi saat ini mayoritas sangat terkendali. Sehingga, kemungkinan besar hasil panen akan meningkat. ‘’Terus ikhtiar sebaik mungkin, tetap berdoa, agar kondisi alam dan tanaman terus bagus seperti ini dan hasil melimpah ruah sesuai harapan,’’ ujarnya.
Kepala Disperta Kabupaten Madiun Sumanto menyebutkan prediksi luas panen padi pada Januari ini 2.710 hektare, Februari seluas 2.159 hektare, dan Maret ada 10.684 hektare. Jumlah luas panen tersebut lebih banyak dibanding 2022. Pada Januari hanya 1.037 hektare, Februari sebanyak 2.314 hektare dan Maret seluas 10.626 hektare.
Sementara untuk rencana luas tanam pada Januari hingga Maret tahun ini total 13.958 hektare. ‘’Prediksi puncak panen pada April nanti, sekitar 16.000 hektare. Dengan produksi gabah per hektare rata-rata 6,6 ton,’’ sebutnya.
Senada dengan Kaji Mbing, dia juga memprediksi ada kenaikan produksi panen tahun ini. Produktivitas, lanjut dia, dipengaruhi sarana produksi dan gangguan alam. Baik berupa berupa bencana alam maupun serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
Jika dua faktor tersebut bisa dikendalikan, hasil produksi meningkat. Sehingga, produktivitas total juga akan meningkat. ‘’Kemarin (2022) ada gagal panen seluas 240 hektare. Kalau itu bisa diamankan atau diminimalkan tahun ini, paling tidak produktivitas rata-rata bisa terpenuhi,’’ jelasnya. (mg3/sat) Editor : Hengky Ristanto