‘’Turun banyak, dari Rp 6.000 per kilogram jadi Rp 4.800 gabah panen saat ini,’’ kata Winardi, ketua gabungan kelompok tani (gapoktan) Desa Pule, Sawahan, kemarin (25/2).
Menurut dia, tahun lalu kebalikan dari tahun ini. Tahun lalu yang anjlok hasil panen karena serangan kerdil rumput. Dari satu hektare luasan panen, hanya menghasilkan kurang dari satu ton gabah. ‘’Seminggu lagi panen, perkiraan satu hektare bisa dapat 6-7 ton gabah,’’ ujarnya.
Sementara harga hingga akhir tahun lalu mencapai Rp 6.400 per kilogram gabah kering. Kondisi saat ini sangat meresahkan petani. Terlebih tahun ini jatah pupuk bersubsidi juga berkurang. ‘’Mau tidak mau harus menambah biaya operasional untuk memenuhi kebutuhan pupuk. Dengan harga yang rendah, sulit petani dapat untung,’’ keluhnya.
Winardi dan para petani padi lainnya berharap pemerintah bisa segera mengatasi ini. Utamanya, sebelum panen raya. Sehingga, saat panen raya nanti, mereka bisa merasakan hasil panen dengan maksimal. ‘’Ada waswasnya juga, namun tetap prioritas hasil panen harus bagus dulu. Harga gabah kalau bisa jangan lebih rendah dari saat ini,’’ harapnya. (mg3/sat)
Prediksi Luas Lahan Panen
- Februari: 2.159 Ha
- Maret: 10.684 Ha
- April: 16.000 Ha