Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Masa Pemupukan Lewat, Serapan Tidak Maksimal

Hengky Ristanto • Senin, 27 Februari 2023 | 23:25 WIB
PEMELIHARAAN: Salah seorang petani di wilayah Kecamatan Kebonsari sedang memupuk tanaman padinya belum lama ini. (ILUSTRASI: R. BAGUS RAHADI/JAWA POS RADAR CARUBAN)
PEMELIHARAAN: Salah seorang petani di wilayah Kecamatan Kebonsari sedang memupuk tanaman padinya belum lama ini. (ILUSTRASI: R. BAGUS RAHADI/JAWA POS RADAR CARUBAN)
MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Serapan pupuk bersubsidi di Kabupaten Madiun sepanjang Januari lalu tidak maksimal. Tepatnya, hanya sekitar 61 persen untuk urea dan 67 persen NPK. ‘’Serapan urea bulan lalu 1.845,8 ton dan NPK sebanyak 915 ton,’’ kata Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun Parna kemarin (26/2).

Sedangkan target serapan Januari, 3.016 ton urea dan 1.351 ton NPK. Parna menyebut, mimimnya serapan lantaran pada bulan tersebut masa pemupukan padi sudah lewat. Sehingga, kebutuhan pupuk bersubsidi cenderung sedikit. ‘’Serapan tidak bisa dibuat per musim. Sebab, setiap bulan ada yang tanam sehingga kami alokasikan per bulan,’’ ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Parna, tidak berdampak pada alokasi pupuk bersubsidi pada bulan berikutnya. Sebab, jatah petani merupakan akumulasi per tahun yang sudah tersistem di e-alokasi. Sehingga, petani bisa mengambil jatahnya berapa pun dan kapan pun sesuai jatah per tahun.

Menurut dia, petani boleh mengambil bulan ini sedikit dan bulan berikutnya banyak. Atau jatah bulan berikutnya diserap bulan ini juga bisa. ‘’Selama tidak melebihi alokasi yang sudah di SK (surat keputusan)-kan,’’ sebutnya.

Untuk stok pupuk bersubsidi, sejauh ini diklain aman hingga musim tanam berikutnya. Per awal Februari ini tersedia 5.280 ton urea dan 5.911 ton NPK di tiga gudang. Yakni, di gudang penyangga Pupuk Indonesia, distributor dan kios-kios. ‘’Kemungkinan masih akan bertambah stoknya pada bulan-bulan berikutnya,’’ jelasnya. (mg3/sat) Editor : Hengky Ristanto
#pupuk madiun #pupuk subsidi madiun #disperta madiun #pertanian madiun #kampung pesilat ##pertanianmadiun #madiun kampung pesilat