Angka kemiskinan 2022 lalu itu setara 10,79 persen dari total penduduk di kabupaten ini. Sejatinya, lanjut Herlina, tingkat kesejahteraan rumah tangga di daerah ini dari tahun ke tahun naik-turun. ‘’Meningkatnya kesejahteraan tahun lalu tak lepas dari intervensi pemerintah dalam pengentasan kemiskinan,’’ ujarnya.
Sementara itu, pendataan tingkat kesejahteraan rumah tangga 2023 akan dimulai Maret ini. Pihaknya telah melatih 79 petugas survei sosial ekonomi nasional (susenas) untuk 15 kecamatan di kabupaten ini.
‘’Sensus kali ini berbeda dengan regsosek yang tujuannya untuk basis awal data sosial ekonomi. Kalau susenas untuk mengukur tingkat kesejahteraan rumah tangga,’’ ungkapnya.
Adapun aspek sosial ekonomi rumah tangga yang didata mulai dari kondisi perumahan, kesehatan, pendidikan dan pengeluaran rumah tangga. Dalam pendataan susenas dan survei ekonomi rumah tangga triwulanan (seruti) tahun ini, Herlina minta petugas di lapangan sungguh-sungguh menjalankan survei sesuai standard operational procedure (SOP). ‘’Harapannya, data nanti probingnya (penyelidikan, pemeriksaan dan prompting) lebih optimal, agar valid dan benar,’’ pungkasnya. (mg3/sat) Editor : Hengky Ristanto