Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tekan Stunting, Pemkab Madiun Kenalkan Jargon "4 Terlalu"

Hengky Ristanto • Sabtu, 4 Maret 2023 | 23:00 WIB
TIMBANG: Kegiatan bulan timbang diselenggarakan bulan lalu secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Madiun. (PROKOPIM FOR JAWA POS RADAR CARUBAN)
TIMBANG: Kegiatan bulan timbang diselenggarakan bulan lalu secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Madiun. (PROKOPIM FOR JAWA POS RADAR CARUBAN)
MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Angka anak stunting di Kabupaten Madiun masih mencapai empat digit. Data terbaru yang dihimpun dinas kesehatan (dinkes) setempat, jumlah anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang sebanyak 4.891 jiwa.

Kondisi itu menjadi atensi khusus dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DPPKBP3A) setempat. Upaya pencegahan melalui edukasi hingga ke pelosok desa pun dilakukan.

‘’Angka stunting saat ini mencapai 13,89 persen. Targetnya, turun sampai di bawah 11 persen,’’ kata Kepala DPPKBP3A Kabupaten Madiun Suryanto kemarin (3/3).

Menurut Suryanto, pemicu stunting bukan hanya faktor ekonomi. Melainkan juga terkait pola asuh yang diterapkan sejak hamil sampai bayi usia balita. Misalnya, ibu hamil yang memilih menerapkan diet dibanding memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dan bayi di kandungannya.

‘’Yang kaitannya dengan masalah ekonomi sudah ditangani dengan program bantuan dari dinas terkait. Tugas kami hanya mengedukasi,’’ paparnya.

Kekeliruan lain, lanjut dia, anak langsung diberi susu formula sebelum masa makanan pengganti ASI (MPASI) dengan alasan ibu tidak ingin bentuk tubuhnya berubah akibat menyusui. ‘’Padahal, idealnya bayi mendapat ASI penuh selama minimal enam bulan. Apalagi, susu formula komposisi nutrisinya tidak selengkap ASI,’’ beber Suryanto.

Berdasar persoalan-persoalan itu pihaknya berupaya menggencarkan sosialisasi dan edukasi pencegahan stunting lewat jargon ‘’4 Terlalu’’. Yakni, jangan terlalu tua hamil, jangan terlalu muda hamil, jangan terlalu rapat, dan jangan terlalu banyak punya anak.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga gencar mengedukasi warga seputar kesehatan reproduksi. Baik pada masa-masa calon pengantin, saat hamil, hingga pasca melahirkan. ‘’Kami imbau warga untuk rajin ke posyandu. Sebab, di sana anak akan mendapat vitamin A, imunisasi, dan asupan gizi yang layak,’’ imbuhnya. (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto
#DPPKBP3A Madiun #Dinkes Kabupaten Madiun #angka stunting caruban #balita stunting #penyebab balita stunting