Belakangan diketahui mereka adalah anggota kelompok wanita tani (KWT) desa setempat. ‘’Kami memanfaatkan lahan pekarangan yang kosong untuk budi daya beberapa jenis sayuran,’’ kata Sulika, salah seorang anggota KWT Desa Sumberejo.
Sulika menuturkan, program budi daya sayuran di pekarangan kantor desa itu untuk membantu pemenuhan kebutuhan warga, khususnya sayuran. Terlebih, akhir-akhir ini harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan. ‘’Yang ditanam ada cabai rawit, kenikir, ketela rambat, bayam, terong, dan kunyit,’’ ungkapnya.
Bukan tanpa sengaja Sulika dan kawan-kawan memilih menanam sayuran. Menurut dia, sayuran sengaja dipilih lantaran merupakan kebutuhan sehari-hari Apalagi, beberapa jenis komoditas itu harganya mendadak mahal. Terutama jika belum memasuki panen raya. ‘’Bisa lebih menghemat pengeluaran karena tidak perlu beli. Dijual kembali untuk tambahan penghasilan juga bisa,’’ imbuhnya
Sulika menyebutkan, warga juga didorong memanfaatkan perkarangan masing-masing untuk budi daya sayuran. ‘’Paling tidak, bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarga sendiri,’’ ujarnya. (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto