Terbanyak di Plumpungrejo, yakni 505 unit. Perinciannya, rusak ringan 389, sedang 89 dan berat 27 unit. Di Sidomulyo 469 unit rumah rusak. Terdiri 456 unit ringan dan 13 sedang. Sedangkan di Jatirejo, 57 unit rusak ringan, satu unit sedang dan enam unit berat dengan total 64 unit. ‘’Keseluruhan yang rusak ringan 902 unit, sedang 103 dan berat 33,’’ sebutnya.
Menurut Bowo, data tersebut masih bersifat sementara. Sebab, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Madiun masih melakukan verifikasi dan validasi (verval) data di lapangan. Sehingga, ada kemungkinan jumlah rumah terdampak bisa bertambah. ‘’Kerusakan kebanyakan pada atap. Jika nanti ada perubahan data lagi mohon dimaklumi karena proses pendataan sejak Senin (6/3) belum selesai,’’ ujarnya.
Menurut dia, bantuan sejak Minggu (5/3) malam hingga kemarin telah disalurkan ke warga terdampak. Pun, ada beberapa instansi yang memberi bantuan. Di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun dan Jawa Timur, dinas sosial, dan Baznas. Mayoritas berupa logistik, seperti sembako, dan lauk pauk siap saji. Pun, kasur, terpal, dan selimut bagi yang terdampak parah.
Sementara dari kecamatan, sejauh ini hanya menginventarisasi jumlah terdampak. Sedangkan untuk anggaran bantuan tidak ada. ‘’Yang jelas disperkim masih melakukan verifikasi. Kami berharap dari disperkim ada bantuan untuk warga terdampak rusak berat atau sedang,’’ pungkasnya. (mg3/sat) Editor : Hengky Ristanto