Hasil sensus BPS pada 2013 silam, angka usaha pertanian di Bumi Kampung Pesilat mengalami penurunan 24,27 persen atau 35.681 orang dibanding 2003. ‘’Itu data angka sementara, tapi hasilnya tidak beda jauh dengan angka tetap,’’ kata Kepala BPS Kabupaten Madiun Herlina Prasetyowati Sambodo kemarin (10/3).
Herlina memprediksi angka usaha pertanian hasil sensus tahun ini bakal semakin berkurang. Itu mengingat lahan pertanian kian menyusut. Pun, petani didominasi warga yang sudah berumur. ‘’Hasil sensus pertanian 2013 untuk sektor pangan, pertanian berkontribusi 27 persen pada PDRB (produk domestik regional bruto, Red) Kabupaten Madiun,’’ ungkapnya.
Dia menambahkan, variabel yang didata pada sensus pertanian tahun ini mengikuti standar internasional dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Yakni, ada tambahan tiga variabel baru. Meliputi indikator SDGs atau pembangunan berkelanjutan, small scale food producer (petani skala kecil), dan data geospasial.
‘’Variabel sebelumnya data pokok pertanian nasional yang berisi jumlah petani dan usaha tani serta jumlah petani gurem atau petani dengan lahan dib awah 0,5 hektare,’’ tuturnya. ‘’Harapannya, dengan mengetahui kondisi pertanian lebih detail bisa menjadi landasan pemerintah mengambil kebijakan yang tepat untuk meningkatkan produktivitas pangan daerah,’’ imbuhnya. (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto