Hasilnya, di pasar tersebut petugas menemukan beberapa produk minyak goreng (migor) kemasan botol tanpa merek. ‘’Kalau temuan produk expired tidak ada,’’ ujar Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkop-UM) Kabupaten Madiun Toni Eko Prasetyo.
Tim gabungan itu berasal dari unsur disperdagkop-UM, dinas ketahanan pangan dan peternakan, dinas kesehatan, satpol PP, dan Polres Madiun.
‘’Kami akan melakukan pengecekan ulang rantai pasokan migor kemasan tanpa merek tersebut,’’ imbuh Toni.
Temuan lain adalah sejumlah pedagang yang menjual Minyakita di atas harga eceran tertinggi (HET). Ada pula sales migor yang menjual non-restan alias sisa kepada pedagang. ‘’Kami juga temukan ada yang menjualnya dengan sistem bundling dengan produk lain maupun minyak goreng non-subsidi,’’ ungkapnya.
Sementara itu, harga bahan pokok lainnya seperti cabai rawit, beras, bawang merah, dan bawang putih relatif stabil. Tidak ada kenaikan maupun penurunan signifikan. ‘’Semua pasar akan kami pantau sampai H-5 Lebaran nanti,’’ pungkasnya. (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto