Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Guru Penggerak Belum Maksimal

Hengky Ristanto • Jumat, 14 April 2023 | 13:29 WIB
DONGKRAK MUTU: Puluhan tenaga pendidik di Kabupaten Madiun lulus program guru penggerak tahun ini. (ILUSTRASI/DOKUMEN/JAWA POS RADAR CARUBAN)
DONGKRAK MUTU: Puluhan tenaga pendidik di Kabupaten Madiun lulus program guru penggerak tahun ini. (ILUSTRASI/DOKUMEN/JAWA POS RADAR CARUBAN)
MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kualitas pendidikan di Kabupaten Madiun coba dimaksimalkan. Salah satunya, menjadikan puluhan tenaga pendidik jenjang SD-SMP sebagai guru penggerak. ‘’Tahun ini total ada 73 guru penggerak,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Siti Zubaidah, Kamis (13/3).

Siti menjelelaskan, guru penggerak merupakan program yang pemerintah pusat. Sebagai upaya peningkatan kompetensi guru dalam menjalankan kewajiban. ‘’Tujuan program itu mengembalikan mindset awal sesuai UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,’’ ungkapnya.

Puluhan guru penggerak itu ibarat senjata khusus guna memaksimalkan mutu pendidikan di kabupaten ini. Sebab, berbagai kompetensi digenjot sebelum predikat guru penggerak disematkan.

‘’Banyak kriteria sebelum bisa ikut program ini. Setelah lolos, diberikan diklat (pendidikan dan pelatihan) selama enam bulan,’’ terang Siti.

Belum semua guru jenjang SD dan SMP di Kabupaten Madiun ikut program itu. Siti menyampaikan, pihaknya sudah memberikan dorongan maksimal. Kendati demikian, capaian jumlah guru penggerak belum maksimal. ‘’Kami mengapresiasi guru-guru penggerak itu. Mereka bersedia meningkatkan kompetensi bersamaan menjalankan tanggung jawab utamanya,’’ pungkasnya. (den/sat) Editor : Hengky Ristanto
#guru penggerak #peningkatan kompetensi guru #kualitas pendidikan madiun #pendidikan kabupaten madiun