Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Waspadai Bencana Hidrometeorologi Kering

Hengky Ristanto • Minggu, 16 April 2023 | 17:00 WIB
DAMPAK BENCANA: Ruas jalan alternatif Caruban-Kota Madiun, tepatnya di Desa Sendangrejo, Kecamatan Madiun, terendam banjir bulan lalu. (ILUSTRASI/R. BAGUS RAHADI/JAWA POS RADAR MADIUN)
DAMPAK BENCANA: Ruas jalan alternatif Caruban-Kota Madiun, tepatnya di Desa Sendangrejo, Kecamatan Madiun, terendam banjir bulan lalu. (ILUSTRASI/R. BAGUS RAHADI/JAWA POS RADAR MADIUN)
MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejak beberapa hari terakhir hujan mulai jarang mengguyur wilayah Kabupaten Madiun. Kendati begitu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan ancaman bencana hidrometeorologi masih mungkin terjadi.

Secara nasional, BNPB mencatat 800 lebih bencana alam pada awal tahun ini atau periode Januari-Maret. ‘’Rata-rata bencana hidrometeorologi basah. Seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung,’’ kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, saat peresmian jembatan di Luworo, Pilangkenceng, Rabu (13/4) lalu.

Sementara April, Mei dan selanjutnya, lanjut Suharyanto, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca mulai panas atau masuk musim kemarau. Sehingga, yang perlu diantisipasi pada pertengahan tahun nanti adalah menghadapi ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

‘’Di Indonesia, ada enam provinsi prioritas. Yakni Jambi, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan,’’ sebutnya.

Kendati wilayah Jawa Timur bukan menjadi prioritas bencana hidrometeorologi kering, pihaknya tetap mengimbau masyarakat bersama pemerintah daerah siaga melakukan mitigasi.

Pun, jika ada kejadian, diharapkan masyarakat sudah tahu yang perlu dilakukan guna mengurangi dampak bencana lebih besar. ‘’Semua sektor perlu kerja sama melakukan mitigasi bencana sedini mungkin,’’ pintanya.

Sementara itu, berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, dalam periode Januari-Maret 2023 ini telah terjadi 46 bencana hidrometorologi basah di wilayah kabupaten ini. Perinciannya, 19 kali banjir, 10 kali tanah longsor, 12 kali angin kencang, dan tiga kali angin puting beliung.

Bencana tersebut melanda sembilan dari 15 wilayah  kecamatan di Kabupaten Madiun. Jumlah warga terdampak mencapai 1.986 kepala keluarga (KK). Sedangkan dampak kerusakan meliputi 905 unit rumah warga dan tiga unit fasilitas umum. (mg3/sat) Editor : Hengky Ristanto
#bencana alam madiun #kerugian akibat bencana alam #banjir kabupaten madiun #Bencana hidrometeorologi