Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Penerapan Aturan Baru BPJS, Antrean Pasien RSUD Caruban Crowded

Hengky Ristanto • Selasa, 18 April 2023 | 18:00 WIB
MENGULAR: Pasien berdesakan antre panjang di loket pendaftaran RSUD Caruban kemarin. (DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR CARUBAN)
MENGULAR: Pasien berdesakan antre panjang di loket pendaftaran RSUD Caruban kemarin. (DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR CARUBAN)
MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Antrean panjang ratusan pasien menghiasi loket pendaftaran BPJS di RSUD Caruban kemarin (17/4). Bahkan, antrean sampai mengular hingga luar ruang antrean dan pelayanan lama.

‘’Capek harus mengantre lama sampai sejam lebih untuk daftar BPJS saja. Apalagi antrenya harus berdiri. Kasihan para pasien yang sudah sakit tapi ingin berobat justru susah,’’ keluh Agus, keluarga salah seorang pasien asal Pilangkenceng.

Karena itu, Agus berharap prosedur pendaftaran dibenahi sehingga pasien tidak perlu menunggu lama. ‘’Menurut saya, sistem fingerprint sudah bagus. Hanya, proses pendaftaran menyulitkan dan membutuhkan waktu lama sehingga membuat antrean jadi tak terkendali,’’ katanya.

Direktur RSUD Caruban Farid Amirudin tak menampik adanya antrean panjang di loket pendaftaran pasien BPJS. Kondisi itu, kata dia, tidak terlepas dari aturan baru BPJS yang tengah diterapkan manajemen rumah sakit. ‘’Ini awalnya ada surat edaran dari BPJS untuk semua poli agar menggunakan fingerprint. Sebelumnya hanya tiga poli: jantung, mata dan rehabilitasi,’’ paparnya.

Farid menyebutkan, antrean panjang itu juga dipicu meningkatnya jumlah kunjungan pasien. Jika hari-hari biasa hanya sekitar 300 orang, saat ini mencapai 500-an per hari. ‘’Nanti prosedur pendaftaran fingerprint pasien BPJS ke poli akan kami kaji ulang,’’ tuturnya.

Dia mengatakan, untuk sementara prosedur fingerprint akan dihentikan dan kembali ke sistem lama hingga ditemukan formulasi yang pas dan tidak menyulitkan pasien. ‘’Sebenarnya ini (fingerprint, Red) masih trial,’’ ujarnya. ‘’Besok (hari ini, Red) kembali ke semula,’’ imbuhnya.

Menurut dia, sistem fingerprint bertujuan mempercepat pelayanan. ‘’Cukup sekali fingerprint saat mendaftar, langsung muncul semua rekam medik. Hanya, memang di awal perlu merekam 10 jari sehingga membuat crowded,’’ pungkas Farid. (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto
#antrean pendaftaran pasien BPJS #RSUD Caruban #aturan pendaftaran BPJS #antrean RSUD Caruban #prosedur pendaftaran fingerprint #pendaftaran BPJS RSUD Caruban