Kurniawan menyebutkan, dalam kondisi normal, lahan seluas lima hektare miliknya bisa menghasilkan panen hingga 4.300 kuintal tebu. Namun, akibat serangan hama tikus menyusut drastis. ‘’Bisa-bisa merugi. Dapat 2.000 kuintal saja sudah mujur,’’ ujarnya. ‘’Terpaksa dipanen dini. Kalau tidak, keburu dihabiskan tikus,’’ imbuhnya.
Dia menuturkan, sejumlah petani tebu di Wonoasri juga bernasib sama dengannya. Lahan tebu yang tinggal dua bulan dipanen rusak dijarah tikus. ‘’Penanganan selama ini hanya ditangkap dan pakai pestisida kimia,’’ ungkap Kurniawan.
Terkait adanya serangan hama tikus itu, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun Imron Rasyidi mengaku belum mendapat laporan. Terlepas dari itu, pihaknya bakal melakukan identifikasi apakah lahan tersebut milik petani atau pabrik gula (PG).
Jika milik warga, pihaknya bakal melakukan operasi pengendalian. Sedangkan bila milik PG bakal dikoordinaskan dengan perusahan negara itu. ‘’Serangan hama tikus ini kemungkinan terkait perubahan musim atau pelarian dari serangan ke tanaman padi,’’ tuturnya. (odi/isd) Editor : Hengky Ristanto