Kepala BPS Kabupaten Madiun Herlina Prasetyowati Sambodo menyebutkan, sekitar 780 petugas telah direkrut pada Maret lalu dan siap diterjunkan melakukan pendataan di lapangan. Selanjutnya, pada 23 dan 25 Mei mendatang mereka mengikuti pelatihan. ‘’Wilayah kerjanya telah dipetakan sejak tahun lalu,’’ katanya kemarin (18/5).
Herlina menyebutkan, para petugas ST-23 diutamakan berusia di bawah 50 tahun. Pun, dituntut menguasai teknologi informasi. Terutama terkait tagging data. ‘’Mayoritas kalangan anak muda karena lebih melek IT (information technology, Red),’’ tuturnya.
Teknologi tersebut, lanjut Herlina, dilengkapi sistem khusus yang memungkinkan penyimpanan data sebelum di-submit secara online. Itu sebagai langkah antisipasi saat pendataan di wilayah sulit sinyal seperti kawasan terpencil dan dataran tinggi. ‘’Petugasnya kami utamakan dari wilayah setempat,’’ imbuhnya.
Sebelumnya, pihak Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun berharap pelaksanaan ST-23 berjalan maksimal. Pun, menggunakan indikator dan sistem komprehensif agar data yang dihasilkan mendekati fakta.
Ada tujuh cakupan subsektor yang disasar ST-23. Yakni, tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan, dan jasa pertanian. (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto