Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Madiun Muh Zahrowi mengatakan, jembatan Klumutan termasuk insfrastruktur penting. Karena itu, pihaknya mengupayakan perbaikan secepatnya. ‘’Akan terus kami kawal,’’ ujar Kepala Pelaksana
(Kalaksa) BPBD Kabupaten Madiun Muh Zahrowi kemarin (19/5).
Dia menjelaskan, pihaknya telah mengajukan bantuan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi jembatan tersebut ke BNBP. Namun, masih terdapat kekurangan syarat administrasi dan data pendukung berupa rekomendasi dari gubernur Jawa Timur.
Nah, akhirnya pada Senin (15/5) lalu rekomendasi gubernur turun. Pun, Zahrowi langsung bertolak ke ibu kota untuk menyerahkannya ke BNPB. ‘’Selasa berangkat, Rabu pagi difasilitasi bertemu pihak BNBP,’’ ungkapnya.
Selanjutnya, kata Zahrowi, dilakukan verifikasi faktual (verfal). Kemudian, tinggal menunggu kepastian jadwal perbaikan jembatan dan anggaran yang bakal dialokasikan. ‘’Jadi, prosesnya bisa dikatakan sudah masuk tahap finishing. Mudah-mudahan tahun ini
bisa direalisasikan,’’ tuturnya.
Dia menambahkan, pengajuan bantuan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tidak hanya menyasar jembatan Klumutan. Awalnya ada 16 pengajuan bantuan. Dari hasil verifikasi awal, hanya sembilan proposal yang lolos seleksi BNPB. Selain Klumutan, pengajuan meliputi jembatan Kare, Bolo, dam Kali Piring, dan sejumlah talut yang rusak di beberapa wilayah akibat longsor. ‘’Dari 16 usulan mengerucut jadi sembilan,’’ ujarnya. (odi/isd) Editor : Hengky Ristanto