‘’Lemas karena kelelahan. Sebelumnya menerima tamu sampai sekitar pukul 24.00. Kadar glukosa darahnya waktu dicek tadi (kemarin, Red) juga tinggi,’’ ungkap Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Agung Dodik Pujianto.
CJH berusia 72 tahun itu tidak sampai harus disuplai oksigen maupun diinfus. Melainkan hanya diminta minum suplemen vitamin dan tidur di ambulans selama perjalanan ke Surabaya. Namun, sesampainya rest area Mojokerto kondisi Ali telah pulih. Bahkan, sudah bergabung dengan rombongannya di bus.
Meski kondisinya sempat drop, kata Agung, Ali tidak mendapat perlakuan khusus. Melainkan sekadar diawasi kondisi kesehatannya oleh tim pendamping. ‘’Saat ini sudah masuk asrama dan diminta istirahat,’’ tutur Agung.
Agung menyebutkan, ada 13 tenaga kesehatan yang mendampingi para CJH sejak pemberangkatan. Mereka berasal dari unsur RSUD, TSC dinkes, dan pemantau kartu kesehatan jemaah haji (KKJH). ‘’Sementara, pendamping kloter nanti ada enam orang,’’ bebernya.
Dia menambahkan, pada pemberangkatan haji tahun ini dinkes menerima pengajuan 17 kursi roda. Banyaknya permintaan alat bantu tersebut lantaran mayoritas CJH sudah lanjut usia (lansia). ‘’Ada yang sejak awal sudah pakai kursi roda. Sebagian untuk antisipasi jika tidak kuat sa’i, lari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah, serta lempar jumroh. ‘’Nanti ada tenaga kesehatan yang mendampingi,’’ tegasnya. (odi/isd) Editor : Hengky Ristanto