Sekolah diminta rajin berinovasi membuat program kerja yang bagus. Itu seperti yang dilakukan sejumlah SD di Kecamatan Dagangan. Pihak sekolah intens menggelar kegiatan bernuansa religi. Selain itu, mengadakan ekstrakurikuler drumband, seni musik, dan lainnya.
‘’BOSda (biaya operasional sekolah daerah, Red) bisa dimanfaatkan,’’ kata Kabid Pembinaan SD Dikbud Kabupaten Madiun Nur Arif Hendro Karyoto kemarin (2/6).
Nur membenarkan banyak sekolah di Kabupaten Madiun yang minim siswa. Kecamatan Kebonsari, Madiun dan Wungu menjadi penyumbang terbanyak.
Menjamurnya madrasah ibtidaiyah (MI) disebutnya sebagai salah satu faktor penyebabnya. ‘’Untuk Kecamatan Madiun dan Wungu akibat banyak murid yang memilih daftar ke kota,’’ ungkapnya.
Dia menyebutkan, regrouping terakhir dilakukan pada 2018 silam. Setelah itu, opsi tersebut dipinggirkan lantaran kebutuhan SD masih tinggi. Kalaupun jumlah lembaga jenjang itu berkurang, kata Nur, bukan karena regrouping, melainkan penutupan.
‘’SDN Kare 07 proses penutupan karena tidak ada murid sama sekali,’’ bebernya.
Sesuai hasil pendataan yang dilakukan dikbud, dari total 406 SD di Kabupaten Madiun, 60 di antaranya masuk kategori kekurangan siswa. Kriterianya, satu sekolah hanya memiliki tidak lebih dari 60 murid. Puluhan SD itu paling banyak berada di wilayah Kecamatan Kebonsari dan perbatasan Kota Madiun. (odi/isd)
Editor : Hengky Ristanto