Catatan RSUD Caruban, sepanjang Januari lalu ada 49 pasien DBD yang menjalani perawatan. Angka itu lantas turun pada Februari (34), Maret (34), dan April (30). Namun, pada Mei kembali naik menjadi 42 (selengkapnya lihat grafis).
Meski begitu, Kabid Pelayanan RSUD Caruban Suyono menyebutkan bahwa secara kumulatif jumlah pasien DBD cenderung menurun dibanding tahun lalu. ‘’Dari Januari sampai Mei ada 189 pasien. Sementara, pada periode yang sama tahun lalu mencapai 601 pasien,’’ kata Suyono.
Suyono menyebutkan, serangan DBD tidak mengenal usia. Buktinya, pasien mulai kelompok umur anak, remaja, hingga dewasa. ‘’Kebanyakan anak-anak,’’ ungkapnya. ‘’Saat ini yang dirawat tinggal tinggal pasien. Anak-anak dirawat di ruang Palem, dewasa di ruang Cemara, dan ada pula yang di ruang VIP,’’ imbuhnya.
Meski saat ini telah memasuki musim kemarau, kata dia, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) tetap perlu dilakukan. Juga menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan pola hidup sehat. ‘’Fogging saja itu belum mengatasi,’’ sebutnya.
Di sisi lain, Suyono mengingatkan warga juga mewaspadai penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Dia menyarankan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. ‘’Pasien ISPA di RSUD Caruban saat ini mulai meningkat,’’ ujarnya. (mg3/isd)
Update Pasien DBD di RSUD Caruban
- Januari 49
- Februari 34
- Maret 34
- April 30
- Mei 42
- Total 189