Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun Supriyadi mengatakan, jenis hama yang berpotensi marak adalah tikus dan ulat. ‘’Wilayah yang rawan diserang Kecamatan Balerejo, Mejayan, dan Jiwan,’’ ujarnya kemarin (15/6).
Untuk itu, Supriyadi mengimbau para petani waspada. Jika mendapati gejala serangan OPT di lahan pertaniannya, mereka diminta segera melapor ke disperta agar bisa segera dilakukan gerakan pengendalian.
‘’Dinas kami ada stimulan bantuan terkait pestisida untuk mengatasi hama,’’ tuturnya. ‘’Kendati demikian, berkat pemahaman petani yang semakin meningkat kemungkinan besar tidak ada yang sampai gagal panen seperti tahun lalu,’’ imbuh Supriyadi.
Sementara, Iskak, salah seorang petani di Desa Babadan Lor, Balerejo, mengeluhkan serangan hama tikus setiap musim tanam padi. Celakanya lagi, obat-obatan hingga dosis tinggi tidak mampu mengatasinya.
Kondisi tersebut membuat sebagian petani lain terpaksa memasang jebakan listrik untuk melindungi tanaman padinya dari serangan tikus. ‘’Setiap tanam pasti diserang tikus walaupun sekarang tidak sebanyak dulu. Pastinya hasil panen tidak maksimal,’’ keluhnya. (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto