Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Disperta Ingatkan Potensi Kekeringan di Wilayah Madiun

Hengky Ristanto • Minggu, 18 Juni 2023 | 21:00 WIB
ANCAMAN KEKERINGAN: Petani di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, sedang memupuk tanaman padinya. (BAGUS RAHADI/RADAR CARUBAN)
ANCAMAN KEKERINGAN: Petani di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, sedang memupuk tanaman padinya. (BAGUS RAHADI/RADAR CARUBAN)
MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tak hanya ancaman serangan hama, fenomena El Nino juga berpotensi memunculkan kekeringan berkepanjangan. Karena itu, Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun merasa perlu melakukan sejumlah langkah antisipasi.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Disperta Supriyadi mengatakan, sejak beberapa tahun kekeringan tidak ada lahan pertanian di Kabupaten Madiun yang mengalami kekeringan parah. Meski begitu, pihaknya petani tetap waspada. ‘’Kekeringan terakhir itu 2018-2019 di Wonoasri dan Dagangan,’’ ujarnya.

Supriyadi meminta petani melakukan percepatan tanam dengan alat dan mesin pertanian (alsintan). Selain itu, menggunakan pupuk organik untuk menjaga ekosistem tanah dan lingkungan. Kemudian, memanfaatkan sumber-sumber air seperti sumur dan waduk secara maksimal.

‘’Sebaiknya juga gabung AUTP (asuransi usaha tani pertanian, Red). Jadi, jika mengalami gagal panen bisa diklaim,’’ bebernya.

Menghadapi ancaman kekeringan, Supriyadi juga menyarankan para petani mengubah pola tanam. Jika biasanya tiga kali musim tanam selalu padi, kini bisa diselingi dengan palawija. ‘’Meski ada peralihan pola tanam, kami pastikan tidak memengaruhi status Kabupaten Madiun sebagai lumbung padi. Setiap tahun rata-rata surplus 300 ribu ton,’’ tandasnya. (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto
#kekeringan madiun #el nino madiun #pertanian madiun #Pemkab Madiun