''Nalar adalah sebuah obat untuk kalian yang mungkin punya sesuatu hal yang tidak bisa disembuhkan, obat ini kami racik sedemikian rupa,'' kata Ari.
Tiga single baru telah diperdengarkan di telinga publik sebelum album ini rilis, setidaknya sejak 2020. Di antaranya ‘Nematomorpha’, ‘Kursi Goyang’, dan ‘Mangu’. Ketiga lagu ini juga masuk ke dalam deretan trek album Nalar.
Sebelumnya, bertepatan dengan hari jadi Fourtwnty pada (20/4) lalu, sebuah video musik bertajuk ‘Larasuka’ juga dirilis. Video musik ‘Larasuka’ juga dijadikan focus track dalam album Nalar.
Villa Marcolina dipilih dua kali sebagai tempat diadakannya workshop proses pengerjaan album Nalar yang memakan waktu dua tahun. Sementara penyelesaian album dilakukan di Bandung. Tepatnya di sebuah studio sederhana milik Ari Lesmana.
Di album ini, Fourtwnty juga bekerjasama dengan Andi, long-time music producer mereka yang turut membantu membidani album-album Fourtwnty sejak awal.
Band yang ingin terus eksis harus terus evolve atau berkembang. Begitu pula Fourtwnty. Perkembangan dan eksplorasi mereka sebagai musisi nyata sekali terdengar di album terbaru ini.
Ada beberapa elemen baru dari aransemen musik, notasi, termasuk pemakaian instrumen yang menunjukkan perkembangan tersebut. Kita bisa mendengar ‘percakapan’ musikal antara Ari dan Nuwi yang manis dan progresif.
Di satu sisi, kita mendengar vokal Ari yang kian ekspresif. Di lain pihak sentuhan-sentuhan ajaib Nuwi kembali membahana di tiap track rekaman album ini.
Contoh lain dari perkembangan Fourtwnty di album ini dibandingkan sebelumnya adalah munculnya lagu berbahasa Inggris pertama. Mereka membuat lagu berjudul ‘High’. Selain menjadi lagu bahasa Inggris pertama Fourtwnty sepanjang karier, lagu ini juga berbeda dalam segi aransemen, namun tetap dibawakan dengan ciri khas Fourtwnty.
Selain itu, beberapa hal baru yang belum dilakukan Ari dan Nuwi di album sebelumnya akhirnya ditumpahkan di album ini. Salah satunya adalah beberapa kolaborasi musikal yang terlampir di beberapa lagu di album Nalar. Antara lain sosok Charita Utami yang mengisi di lagu ‘Mangu’ dan Eka dari Sisitipsi yang mengisi bass di lagu ‘Pintu Keluar’.
Selain musik, Fourtwnty juga berkolaborasi dengan seniman visual. Adalah Ruth Marbun yang dipilih sebagai kolaborator untuk menangani ‘sentuhan akhir’, yaitu sampul album ini. Ruth sendiri dikenal sebagai seniman visual yang kerap berpameran.
“Awalnya saya tertarik dengan cukilan kata-kata yang disematkan Ruth di beberapa karyanya. Itu yang membuat saya kepincut dan akhirnya memintanya untuk berkolaborasi dengan Fourtwnty di album ini,” ujar Ari Lesmana.
Di ranah musik, Ruth juga banyak bekerja menangani karya visual dari musisi tanah air. Mulai dari Pandai Besi, Arireda, Dialog Dini Hari, termasuk menjadi visual artist untuk instalasi festival musik Joyland.
Dengan segala dinamika juga perkembangan secara musikal, serta tema dan ekspresi baru yang dihasilkan Fourtwnty di album Nalar, mereka berharap semoga album baru ini bisa diterima dan diapresiasi dengan baik oleh para penggemar, khususnya secara luas kepada para pecinta musik Indonesia. (tor/naz) Editor : Hengky Ristanto